2013
11.01

KOMPETISI GULMA KREMAH (Alternanthera sessilis) DENGAN TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.)

COMPETITION OF Alternanthera sessilis WITH EGGPLANT (Solanum melongena L.)

 

Yoga Andara Dwinata *), Eko Widaryanto, Sudiarso

 

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Jl. Veteran, Malang 65145 Jawa Timur, Indonesia

*) E-mail:andhara46@hotmail.com

 

 

ABSTRAK

 

Kompetisi gulma dengan tanaman budidaya dipengaruhi oleh jenis dan tingkat kepadatan gulma yang tumbuh.Penelitian bertujuan mempelajari pengaruh kompetisi gulma kremah dengan tanaman terung mela-lui berbagai tingkat pemupukan N dan tingkat kepadatan gulma kremah pada suatu luasan tertentu.Penelitiandilaksanakan pada bulan Februari sampai Juli 2013 di Desa Bulukerto, Kec.Bumiaji, Batu dengan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAKF) yang terdiri dari 15 perlakuan, 3 kali ulangan. Perlakuan tersebut terdiri dari dua faktor, ya-itu: Faktor pertama: P1 = 80 kg N ha-1, P2 = 120 kg N ha-1, P3 = 160 kg N ha-1. Faktor ke-dua: G0 = 0 tumb m-2, G1 = 40 tumb m-2, G2 = 80 tumb m-2, G3 = 120 tumb m-2 dan G4 = 160 tumb m-2. Data dianalisis menggunakan uji F dengan taraf 5%, apabila terdapat pengaruh nyata maka diuji dengan BNT 5%.Dari hasil penelitian menunjukkan kompetisi antara gul-ma kremah dengan tanaman terung mulai terjadi pada umur tanaman 66 hst. Penamba-han pupuk N dari 80 hingga 160 kg N ha-1 pada tanaman terung, ternyata dapat menu-runkan competitive ability tanaman sebesar 15,93 % – 25,19 %. Pupuk N yang paling se-suai untuk pertumbuhan dan hasil tana-man terung ialah 80 kg N ha-1 dan tingkat kepa-datan gulma yang paling sesuai untuk per-tumbuhan dan hasil tanaman terung ia-lah 0 – 120 tumb m-2.

 

Kata kunci:Terung,gulma kremah, kepada-tan gulma dan pupuk N.

 

ABSTRACT

 

Weed competition with plants were affected by the type and level of the density of weeds. The purpose of my research was studying the effects of weed competition (A. sessilis) with eggplant with additional doses of N fertilizers. The research was conducted in February to July 2013, at the Bulukerto village, District Bumiaji, Batu, by using randomized factorial block design (RFBD) who consist of 15 treatment, 3 replications. The treatment consists of two factors. The first factor : P1 = 80 kg N ha-1, P2 = 120 kg N ha-1, P3 = 160 kg N ha-1. Second factor: G0 = 0 weed m-2, G1 = 40 weed m-2, G2 = 80 weedm-2, G3 = 120 weed m-2 dan G4 = 160 weed m-2. The data were analyzed using the F test with level of 5 %, if there were real effects, then tested with BNT 5 %. The result of research showed that competition between weeds and eggplant begins from at the age 66 days after planting (dap). The addition of N fertilizer from 80 to 160 kg N ha-1 in eggplants, that can be reduced competitive ability of eggplants as much as 15,93% – 25,19%. N fertilizers most suitable for the growth and yield of eggplant was 80 kg N ha-1 and the weed density was most suitable for the growth and yield of eggplant was 0 – 120 weed m-2.

 

Keywords :Eggplant,Alternanthera sessilis, density of weed and N fertilizers.