2013
11.13
Thesis 20-2013 Fast Track SE Bayu Eka Wicaksana   116040117011012  Analisis sikap dan kepuasan petani dalam menggunakan benih kentang bersertifikat (Solanum Tuberosum L.) kasusu di kecamatan bumiaji  kota batu . Program Studi ilmu ekonomi pertanian minat ekonomi Pertanian  Dr Ir Abdul Wahib Muhaimin MS Prof Dr Ir Djoko Koestiono MS 

ANALISIS SIKAP DAN KEPUASAN PETANI DALAM MENGGUNAKAN BENIH KENTANG BERSERTIFIKAT (Solanum tuberosum L.) 

(Kasus di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu)

 

ANALYSIS OF FARMER ATTITUDEAND SATISFACTION IN USING CERTIFIED SEED POTATOES(Solanum tuberosum L.)
(Case
in Bumiaji Sub District, Batu City)

 

Bayu Eka Wicaksana1, Abdul Wahib Muhaimin 2,Djoko Koestiono2

1) Mahasiswa Program Pascasarjana Ekonomi Pertanian, Universitas Brawijaya

Jln. Veteran, Malang 65145

2) Dosen Program Pascasarjana Ekonomi Pertanian, Universitas Brawijaya,

Jln.Veteran, Malang 65145

ABSTRACT

Potato farming has good potential to be develop in Batu City. Production potential can be accept by farmer for about 35 ton/ha but the realization only 11 ton/ha. One of factors that make decrease in productivity is seed. Farmer in research location use local seed for farming activities. It makes not optimal potato productivity.  Attitude and Satisfaction of farmer in using certified seed potatoes is important for producer to understand what the farmer want in farming activities. Based on this research, attributes that affect farmers in using certified seed potatoes are production potential, seed endurance, seed viability, seed homogeneity, seed size, seed availability, seed price, seed location and certified label. Farmers have a neutral attitude and CSI show that satisfication level farmers are satisfied in using certified seed potatoes, in order to improve satisfaction of farmers in using certified seed potatoes, producer need to improved the performance attributes of the purchase price are relatively expensive.

Keywords: certified seed potatoes, attributes, attitude and satisfaction analysis

 

ABSTRAK

Usahatani kentang memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan di Kota Batu. Produksi kentang di Kota Batu yang hanya mencapai 11 ton/ha dari potensi sebesar 35 ton/ha. Pada umumnya petani di lokasi penelitian menggunakan benih lokal dalam kegiatan usahataninya. Hal ini yang menyebabkan produktivitas tidak optimal. Sikap dan kepuasan petani dalam menggunakan benih kentang bersertifikat merupakan hal yang perlu dicermati oleh produsen benih kentang bersertifikat dalam memahami keinginan petani dalam menghadapi persaingan yang ketat. Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa atribut-atribut yang menentukan sikap dan kepuasan petani adalah potensi produksi, daya tahan, daya tumbuh benih, keseragaman benih, ukuran benih, ketersediaan benih, harga beli benih, asal produksi dan label sertifikasi.  Petani memiliki sikap netral terhadap benih kentang bersertifikat dan berdasarkan analisis CSI menunjukkan bahwa petani termasuk dalam kategori puas dalam menggunakan benih kentang bersertifikat, guna meningkatkan kepuasan petani dalam menggunakan benih kentang bersertifikat perlu perbaikan kinerja atribut harga beli benih kentang bersertifikat yang tergolong mahal.

Kata kunci: benih kentang bersertifikat, atribut, analisis sikap dan kepuasan

 

PENDAHULUAN

 

Sektor pertanian merupakan sektor penunjang perekonomian di Indonesia. Melimpahnya sumberdaya manusia dan alam menjadikan pertanian memiliki potensi yang besar sebagi sektor unggulan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Hortikultura merupakan sub sektor pertanian yang memiliki potensi dilakukan pengembangan, mengingat komoditas hortikultura memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Salah satu produk hortikultura adalah kentang. Kentang merupakan jenis makanan yang mempunyai kandungan karbohidrat yang tinggi dibandingkan beras, jagung dan gandum (Suwarno, 2000). Konsumsi kentang dalam negeri menunjukkan perkembangan yang pesat, dengan ditandai oleh peningkatan konsumsi. Namun, peningkatan konsumsi yang tidak diselarakan dengan produksi menyebabkan peningkatan volume impor kentang di Indonesia. Rata-rata pertumbuhan volume impor di Indonesia adalah 7,69% per tahun (Deptan, 2009).

Penurunana produksi kentang tertinggi terdapat di provinsi Jawa Timur dengan besar penurunan mencapai 25,91 persen (BPS, 2012). Menurut Ridwan (2010), produksi kentang yang cenderung mengalami penurunan ini antara lain disebabkan oleh produktivitas kentang yang masih rendah, yaitu sekitar 16,94 ton/ha dari potensi yang ada sebesar 30 ton/ha. Rendahnya daya hasil tersebut salah satunya disebabkan oleh penggunaan benih kentang yang kurang bermutu. Petani kentang cenderung menggunakan benih kentang hasil seleksi panen sebelumnya, dimana benih tersebut telah mengalami penurunan kualitas.

Petani kentang di Kota Batu dalam kegiatan usahataninya mengalami beberapa hambatan , antara lain produksi kentang yang hanya mencapai 11 ton/ha dari potensi sebesar 35 ton/ha. Kendala penurunan produktivitas disebabkan oleh jenis benih kentang yang digunakan petani. Benih kentang yang dianjurkan oleh pemerintah adalah benih kentang yang bersertifikat dimana benih tersebut telah lolos sertifikasi. Benih bersertifikat harus memiliki potensi varietas yang dicirikan dengan penampilan kentang dilapang berupa karakteristik produksi dan kualitas yang harus memenuhi selera petani. Sikap dan kepuasan petani dalam menggunakan benih kentang bersertifikat menjadi salah satu hal yang dirasa perlu dicermati oleh produsen benih kentang bersertifikat dalam memahami keinginan petani dalam berusahatani kentang sehingga dapat menjadi salah satu upaya dalam menghadapi persaingan yang ketat.

Secara rinci tujuan dari penelitian ini adalah 1) Menganalisis atribut-atribut yang  menentukan sikap dan kepuasan dalam menggunakan benih kentang bersertifikat. 2) Menganalisis sikap dan kepuasan petani terhadap benih kentang bersertifikat. 3) Menganalisis hubungan antara sikap dan kepuasan dalam menggunakan benih kenntang bersertifikatdengan produksi dan pendapatan.