2013
11.19

Skripsi ” PEMILIHAN PEMASOK TEMBAKAU BESUKI NA OOGST DI PT. JENGGAWAH JAYA KECAMATAN JENGGAWAH KABUPATEN JEMBER”

PEMILIHAN PEMASOK TEMBAKAU BESUKI NA OOGST                  

  DI PT. JENGGAWAH JAYA KECAMATAN JENGGAWAH KABUPATEN JEMBER

The Selection of  Besuki Na Oogst Tobacco Supplier in PT. Jenggawah Jaya, Jenggawah, Jember

Ilmiatuz Zahro1),Ir. Agustina Shinta H. W., MP. 2), Dina Novia P., SP., MSi.2

1) Mahasiswa Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang

2)Dosen Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang

Email :

ABSTRACT

Besuki tobacco in the international trade known as Besuki Na Oogst tobacco is tobacco plant leaves (Nicotiana tabacum Linn) being planted in Jember and surrounding areas.PT. Jenggawah Jaya as one of private company located in sub district Jenggawah of Jember region which cultivate Besuki Na Oogst tobacco supplied from farmers in Jember.PT. Jenggawah Jaya as one of private company located in sub district Jenggawah of Jember region which cultivate Besuki Na Oogst tobacco supplied from farmers in Jember, from the explanation above can see the purpose of this study is to analyze the activity of the supply chain Besuki Na Oogst Tobacco in PT Jenggawah Jaya Regency of Jember and analyze criteria in choosing farmers (suppliers) and to determine the order of priority of farmers (suppliers) of Besuki Na Oogst Tobacco in PT. Jenggawah Jaya. Determining respondent Technique is selected by informant in                          PT. Jenggawah Jaya namely Responsible Warehouse in PT. Jenggawah Jaya but rather refers to the people who really understand about the problem.The method used is qualitative method to describe the supply chain in PT. Jenggawah Jaya and quantitative methods using Analytical Hirarchy Process (AHP) to analyze and prioritize suppliers selection criteria appropriate weights are obtained. he result of the research was the supply chain in                           PT. Jenggawah Jaya consists of Three Level : Suppliers – Manufacturer – Distribution and there are three streams are maintained, namely Besuki Na Oogst Tobacco, financial, and information.For the second goal was the result of a major priority criteria in order is the quality, delivery, performance history, price, service, and paymen system. As for the supplier to supply the main priority in PT. Jenggawah Jaya is a supplier of 7 due to this supplier has an advantage in the quality of the raw material supplied, the experience in the cultivation of tobacco, reasonable price, good service sertan facilitate in the payment system including being able to bear the cost before paid, but in terms of delivery suppliers 7 must improve performance exactness delivery.

Keywords: Supplier Besuki Na Oogst Tobacco, Supply Chain Management (SCM), Analitical Hierarchy Process (AHP) 

ABSTRAK

Tembakau Besuki yang dalam perdaganganya Internasional dikenal dengan tembakau Besuki Na Oogst adalah daun tanaman tembakau (Nicotiana tabacum Linn) yang di tanam di daerah Jember dan sekitarnya.PT. Jenggawah Jaya

Jaya merupakan salah satu perusahaan swasta yang terletak di Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember yang mengolah Tembakau Besuk Na Oogstyang di pasok dari petani yang ada di Kabupaten Jember, dari penjelasan di atas dapat di lihat tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis aktivitas rantai pasok Tembakau Besuki Na Oogst di PT. Jenggawah Jaya Kabupaten Jember dan menganalisis kriteria-kriteria dalam memilih petani (pemasok) dan menentukan urutan prioritas petani (pemasok) Tembakau Besuki Na Oogst di PT. Jenggawah Jaya. Penelitian menggunakan narasumber kunci sebagai responden yaitu Penanggung Jawab Gudang (PJG) di PT. Jenggawah Jaya karena Penanggung Jawab Gudang (PJG) merepukan karyawan yang mengerti betul tentang pemasok. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif untuk mendeskripsikan rantai pasokan di PT. Jenggawah Jaya dan metode kuantitatif dengan menggunakan metode Analytical Hirarchy Process (AHP) untuk menganalisis kriteria pemilihan pemasok dan memprioritaskan sesuai bobot yang diperoleh. Hasil dari penelitian adalah rantai pasok di PT. Jenggawah Jaya terdiri dari Three Level : Suppliers – Manufacturer – Distribution dan terdapat tiga aliran yang dikelola yaitu Tembakau Besuki Na Oogst, finansial , dan informasi. Untuk hasil dari tujuan keduan adalah kriteria yang diprioritaskan utama secara berurutan adalah kualitas, harga, pengiriman, performance history, pelayanan, dan sistem pembayaran. Sedangkan untuk pemasok yang diprioritaskan utama

untuk memasok di PT. Jenggawah Jaya adalah pemasok 7 karena pemasok ini memiliki keunggulan dalam kualitas bahan baku yang dipasok, pengalaman dalam budidaya tembakau, harga yang sesuai, pelayanan yang baik sertan memudahkan dalam sistem pembayaran termasuk mampu menanggung biaya sebelum dibayarkan, namun dari segi pengiriman pemasok 7 perlu meningkatkan kinerja ketepatan pengiriman.

Kata Kunci : Pemasok Tembakau Besuki Na Oogst, Manajemen Rantai Pasokan, Metode Analitical Hierarchy Process (AHP)

2013
11.19

Skripsi “Keragaman dan kekerabatan pada proses penggaluran kacang bogor (vigna subterranea L. verdcour) jenis lokal ”

SKR-FP-BP-2013-161 Ivo Rega Austi  0810480174  Keragaman dan kekerabatan  pada proses penggaluran kacang bogor (vigna subterranea L. verdcour) jenis lokal  BP/Agroekoteknologi  Prof Dr Ir Kuswanto MS Dr Ir Damanhuri MS

KERAGAMAN DAN KEKERABATAN PADA PROSES PENGGALURAN KACANG BOGOR (Vigna subterranea L.Verdcourt) JENIS LOKAL

 

DIVERSITY AND GENETIC RELATIONSHIP IN LINE PURIFICATION PROCESS ON LOCAL TYPE OF BAMBARA GROUNDNUT

(Vigna subterranea L.Verdcourt)

 

*)Ivo Rega Austi, Damanhuri, Kuswanto

 

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Jln. Veteran, Malang 65145, Jawa Timur, Indonesia

ABSTRAK

Kacang bambara merupakan tanaman kacang-kacangan ketiga terpenting di Indonesia setelah kacang tanah dan kacang tunggak. Kacang bambara merupakan salah satu kacang-kacangan minor yang belum terlalu diperhatikan di Indonesia namun memiliki peran dalam program diversifikasi pangan. Tanaman kacang bogor merupakan  tanaman menyerbuk sendiri, sehingga memiliki keragaman yang rendah. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Jatikerto, Universitas Brawijaya, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian dimulai bulan Juni 2012 sampai dengan Januari 2013.Perlakuan pada penelitian ini terdiri dari 29 galur lokal, tiap galur terdiri dari sepuluh tanaman sehingga total tanaman yaitu 290 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan pada karakter panjang daun, panjang tangkai daun, tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah bunga, panjang tangkai bunga, panjang mahkota bunga, panjang biji, lebar biji memiliki keragaman yang luas. Hasil analisis kekerabatan menunjukkan ada tiga kelompok kekerabatan. Pada kelompok pertama terdapat nilai kemiripan adalah individu Gobras 2.2.9, Gobras 2.2.4, Gobras 2.2.3, Gobras 2.2.1, Brondong 4, Brondong 3, Brondong 2, Brondong 1, Gobras 1.3.10, Gobras 1.3.5, Gobras 1.3.6, Gobras 1.3.1. Kelompok dua memiliki nilai kemiripan  adalah individu Urug 2, Urug 1, Rajap 2.2.2, Rajap 2.2.1, Cikur 3.3.8, Cikur 3.3.7, Cikur 3.3.1 sedangkan kelompok tiga memiliki nilai kemiripan adalah  individu Cikur 1.2.8, Cikur 1.2.7, Cikur 1.2.2, Cikur1.2.1, Situraja 2.4, Situraja 2.1, Cikur 2.3.2 dan Cikur 2.3.1.

Kata kunci: Kacang bambara, Vigna subterranean L., keragaman, kekerabatan

ABSTRACT

Bambara groundnut were the third most important bean’s plant in Indonesia after groundnut and cowpea. Bambara groundnut is one of the minor beans which not concern in Indonesia but had a role in the food diversification program. Bambara groundnut is of self-pollinated crops, so that the plant had a low diversity. The research was conducted at Jatikerto Village, Kromengan district, Malang regency. The implementation time of the research began in June 2012 until January 2013. This researchconsisting of 29 lines each line consisted of 10 individuals for a total of the plants are 290 plants. The results of this research diversity showd in length character leaf, petiole length, plant height, number of branches, number of flowers, flower stalk length, flower petal length, seed lenght, seed width had a wide variety of characters. Analysis results of genetic relationship show that there was three group of genetic relationship. In the first group there was a similarity value is the first group are Gobras 2.2.9, Gobras 2.2.4, Gobras 2.2.3, Gobras 2.2.1, Brondong 4, Brondong 3, Brondong 2, Brondong 1, Gobras 1.3.10, Gobras 1.3.5, Gobras 1.3.6, Gobras 1.3.1. The second groups that  had similarity value are Urug 2, Urug 1, Rajap2.2.2,  Rajap 2.2.1, Cikur 3.3.8, Cikur 3.3.7, Cikur 3.3.1 and the three groups thathad similarity value are Cikur 1.2.8, Cikur1.2.7, Cikur 1.2.2, Cikur 1.2.1, Situraja 2.4, Situraja 2.1, Cikur 2.3.2 and Cikur 2.3.1.

Keywords: Bambara groundnut, Vigna subterranean L., diversity, genetic relationship