Home > Abstrak, Agroekoteknologi, Skripsi, Skripsi Budidaya Pertanian > Skripsi ” Pengaruh pemberian air dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays Saccharata Sturt L.) ”

Skripsi ” Pengaruh pemberian air dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays Saccharata Sturt L.) ”

December 2nd, 2013
SKR-FP-BP-2013-169 Eriosthafilla Wayah W P M 0910480057 Pengaruh pemberian air dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays Saccharata Sturt L.)

 

Eriosthafilla W. W. P. M. 0910480057. Pengaruh Pemberian Air dan Pupuk Kandang Sapi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt L.). Di bawah bimbingan Dr. Ir. Roedy Soelistyono, MS sebagai Pembimbing Utama dan Prof. Dr. Ir. Sudiarso, MS sebagai Pembimbing Pendamping.

            Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt L.) ialah komoditi sayuran berupa tongkol yang dikonsumsi dalam keadaan masih muda, agar kandungan gulanya tidak menurun. Produksi jagung manis di Indonesia tergolong masih rendah yaitu rata – rata 26,5 t ha-1 (BPS, 2013). Permintaan akan jagung manis dari tahun ke tahun meningkat drastis, terutama untuk kota – kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya yang mencapai 3 – 8 t hari-1 dengan tingkat perkembangan permintaan sekitar 20 – 30% per tahun (Ichwan, 2007). Seiring dengan meningkatnya permintaan jagung manis, maka produksi jagung manis juga harus ditingkatkan. Namun, kendalanya ialah sebagian besar lahan penanaman jagung di Indonesia berupa lahan kering. Masalah utama penanaman jagung di lahan kering adalah kebutuhan air sepenuhnya tergantung pada curah hujan, bervariasinya kesuburan lahan dan adanya erosi yang mengakibatkan penurunan kesuburan lahan. Selain itu masalah lain di lahan kering adalah pH dan kandungan bahan organik yang rendah (Aria, 2009). Tujuan penelitian antara lain: (1) untuk mengetahui pengaruh pemberian air dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis; (2) untuk mengetahui kebutuhan air tanaman jagung manis untuk pertumbuhan dan hasil yang optimal dan (3) untuk mengetahui kebutuhan pupuk kandang sapi bagi pertumbuhan jagung manis. Hipotesis penelitian adalah (1) terdapat interaksi antara pemberian air 100% dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis; (2) pemberian pupuk kandang sapi sebesar 49 t ha-1 berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis dan (3) Pemberian air 100% kapasitas lapang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis dibandingkan dengan pemberian air pada 50%, 75% dan 125% kapasitas lapang.

Penelitian telah dilaksanakan di rumah plastik di Desa Canggah, Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan pada bulan April – Juni 2013. Ketinggian tempat ± 50 m dpl, suhu udara 27 – 320C dengan curah hujan rata – rata 1.000 – 1.400 mm/tahun. Alat – alat yang digunakan dalam penelitian ini ialah cangkul, tugal, ember, oven, penggaris, timbangan analitik, cetok, leaf area meter (LAM), camera digital, gelas ukur, termometer, dan meteran. Bahan yang digunakan antara lain benih jagung manis varietas Talenta, pupuk kandang sapi, pupuk Urea (46% N), SP-36 (36% P2O5), KCl (60% K2O), polibag, pestisida, dan Furadan 3G. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor yang pertama adalah pemberian air, terdiri dari empat taraf, antara lain: (A1)  50% kapasitas lapang; (A2) 75% kapasitas lapang; (A3) 100% kapasitas lapang dan (A4) 125% kapasitas lapang. Faktor kedua adalah dosis pupuk kandang sapi yang terdiri dari dua taraf, antara lain: (B0) Tanpa pupuk kandang sapi dan (B1) Pupuk kandang sapi dengan dosis 339.10 g polibag-1. Pengamatan pertumbuhan dan hasil jagung manis dilakukan dengan mengamati 2 tanaman sampel untuk setiap kombinasi perlakuan. Pengamatan dilakukan secara destruktif dan non destruktif dengan interval pengamatan 14 hari sekali yang dimulai pada saat tanaman berumur 14 hst, 28 hst, 42 hst, 56 hst dan saat panen. Komponen pertumbuhan tanaman yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), luas dan indeks luas daun (cm2), bobot kering total tanaman (g tan-1). Sedangkan komponen hasil yang diamati adalah hasil panen (kg petak-1), bobot segar tongkol berkelobot (g tan-1), bobot segar tongkol tanpa kelobot (g tan-1), diameter tongkol (cm), panjang tongkol (cm) dan suhu mikro (0C). Data yang diperoleh dari hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5% dan apabila berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5% untuk mengetahui perbedaan di antara perlakuan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara pemberian air dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil, kecuali hanya pada tinggi tanaman. Perlakuan pupuk kandang sapi sebesar 49 t ha-1 berpengaruh terhadap luas daun dengan peningkatan sebesar 12%, indeks luas daun sebesar 13%, bobot segar tanaman sebesar 5% dan 14% bobot segar tongkol berkelobot apabila dibandingkan dengan tanpa pupuk kandang sapi. Pemberian air berpengaruh terhadap luas daun dengan rata – rata sebesar 687,56 cm2 tan-1 pada taraf pemberian air 125% kapasitas lapang yang mengalami peningkatan sebesar 35%, 636,15 cm2 tan-1 pada taraf 75% kapasitas lapang dengan peningkatan sebesar 30% serta 19% pada pemberian air 50% kapasitas lapang. Perlakuan pemberian air berpengaruh terhadap bobot segar tanaman, dimana pemberian air 125% mengalami peningkatan sebesar 0,14% yaitu sebesar 381,22 g tan-1, serta menurunkan 7% pada taraf pemberian air 75%dan 11% pada taraf pemberian air 50% kapasitas lapang. Pemberian air berpengaruh terhadap bobot kering tanaman, dimana pada taraf 125% kapasitas lapang meningkatkan rata – rata bobot kering tanaman sebesar sebesar 24%. Pemberian air 75% kapasitas lapang menurunkan rata – rata 17% menjadi 9,35 g tan-1 dan 2% pada pemberian air 50% kapasitas lapang. Masing – masing dibandingkan dengan taraf 100% kapasitas lapang.

SUMMARY

Eriosthafilla W. W. P. M. 0910480057. Effect of Water Content and Cow Manure on the Growth and Yield of Sweet Corn (Zea mays saccharata Sturt L.). Supervisor by Dr. Ir. Roedy Soelistyono, MS., as a Major Supervisor and Prof. Dr. Ir. Sudiarso, MS. as an Assistant Supervisor.

Sweet corn (Zea mays saccharata Sturt L.) is vegetable commodity as cob that consumed fresh, that its sugar content do not decrease. Sweet corn production in Indonesia still low which is average 26,5 t ha -1 (BPS, 2013). Demand of sweet corn every year to increase, specifically for metropolises as Jakarta, Bandung and Surabaya what does reach 3 – 8 t every day with the level of demand 20 -  30% per year (Ichwan, 2007).  Along with increasing of demand, sweet corn production must be increased. But, its constraint is corn farm in Indonesia as dry farming. The main problem corn at dry farming is amount of water required depend with rain, its varies soil fertility and erosion is result soil fertility decrease (Adisarwanto and Widyastuti, 2002). Besides other problem at dry farming is pH and low organic matter content. The purposes research are: (1) to know the effect of water content and cow manure on the growth and yield of sweet corn and (2) to know the water need of sweet corn for optimal growth and yield. Research hypothesis are: (1) there is effect between water application and cow manure on the growth and yield of sweet corn; (2) application cow manure as 49 t ha -1  give one that optimal and (3) water application 100% field capacity give to result sweet corn one that optimal than water application on 50%, 75% and 125% field capacities.

This research was conducted at plastic houses in Canggah village, sarirejo’s district, lamongan’s regency. A high place ± 50 m dpl, air temperature 27 – 32 0C with raining average 1.000 1.400 mm / year from April to June 2013. Tools are utilized in this research are hoes, dibber, bail, oven, ruler, analytic scale, drill, leaf area meter (LAM), digital camera, glass measures, thermometer, and gauge. Meanwhile material that is utilized are varietas’s sweet corn seed Talenta, crib manure, Urea’s manure (46% N), SP – 36 (36% P2 O5), KCl (60% K2O), polibag, pesticide, and Furadan 3G. The research would used a randomized block design factorial, which consists of 2 factor treatments with 3 replications. First factor is water content, consisting of four levels, are: (A1)  50% field capacities; (A2) 75% field capacities; (A3) 100% field capacities and (A4) 125% field capacities. Second factor is dosed cow manure that consisting of two levels, are: (B0) Without cow manure and (B1) cow manure with dosed 49 t ha-1. Observation of Growth and result of sweet corn by observes 2 sample plant for each conduct combine. Observation was done by destructive and non destructive with observing interval 14 days once one are begun at the 14 hst, 28 hst, 42 hst, 56 hst and while harvests. Variable crop plant that observed are high plant (cm), leaf area (cm-2), total dry weight of the plant (g tan-1),  yield (t ha-1), cob fresh weights cornhusk (g tan-1), cob fresh weights without cornhusk (g tan-1), cob diameter (cm), cob length (cm), and micro temperature(0C). The data were tested by analysis of variance (F test) with a level of 5% and if there is a different than followed by Least Significant Difference test (LSD) at 5% level.

The results showed that there is no interaction between the water content and cow manure on growth and yield, but only on plant height. Treatment of cow manure at 49 t ha-1 give effect on leaf area with an increase of 12%, leaf area index 13%, plant fresh weight 5% and 14% fresh weight cornhusk then without cow manure. Water content affects the leaf area with average of 687,56 cm2 tan-1 at the level of 125% field capacity is increased 35%; 636,15 cm2 tan-1 at the level of 75% field capacity with an increase of 30% and 19% at level 50% field capacity. Water content treatment give effect on plant fresh weight ,where the water content 125% has increased by 0,14 % in the amount of 381,22 g tan-1, and decreased 7% at the level of the water content 75% and 11% at the 50% field capacity of water content. Water content give effect plant dry weight, where the level of 125% field capacity increase average plant dry weight by 24%. Water content 75% field capacity lowers average 17% to 9,35 g tan-1 and 2% at 50 % field capacity of the water content. Each as compared to the level of 100 % field capacity.

 

Comments are closed.