2013
12.06

Skripsi ” Analisis pendapatan usahatani nilam serta nilai tambah agroindustri minyak nilam (studi kasus di desa tambaksari kecamatan sumbermanjing Wetan ,kabupaten Malang ) ”

 

SKR-FP-Sosek -2013-332 Arif Lukman Hakim 0810440024 Analisis pendapatan usahatani nilam serta nilai tambah agroindustri minyak nilam (studi kasus di desa tambaksari kecamatan sumbermanjing Wetan ,kabupaten Malang )

Analisis Pendapatan Usahatani Nilam Serta Nilai Tambah Agroindustri Minyak Nilam (Studi Kasus Di Desa Tambakasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang)

 

The analysis of farming Patchouli And Value Added Agroindustries Patchouli Oil (case studies In The Tambakasri Village, Sumbermanjing Wetan Sub District, Malang District)

 

Arif Lukman Hakim1, Djoko Koestiono 2, Mangku Purnomo 2

 

1Mahasiswa Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

2Dosen Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Abstract

Indonesia has a myriad of specialty commodities for export. Good oil and gas exports and oil & gas. One is the patchouli oil. Patchouli oil is one of the Favorites who contributed huge foreign exchange to the country. This is because, Indonesia is known as the largest exporting country to the needs of the world. This business, which makes the Patchouli oil refinery, being one of the alternatives in the dredge rupiah. Patchouli oil refining business in the future, it still had a very nice, especially from the business side, obviously very profitable. The purpose of this study is as follows: 1) analyse the income level of farmers from the farming village of patchouli Tambakasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Malang Regency; 2) Analyzes the received value added agro-industries patchouli oil in the village Tambakasri, district Sumbermanjing Wetan, Malang. The analysis method using of an analysis of the costs and revenue, acceptability that searching  for the optimally levels combination of bud patchouli;s production so the farmer get the maximal profits. The Results of the analysis of farming Patchouli which consists of an analysis of the costs and revenue, acceptability of farming in the village of Tambakasri, Nilam Subdistrict Sumbermanjing Wetan, Malang the income of farming which is the difference between the gross income of farming or acceptance of farming with a total expenditure of farming. Such notions of invalidated, then the calculation result of farming is Rp.3.135.966,-. Magnitude of production reduced prices by leaves patchouli dry and raw material inputs and obtained average other magnitude added value, rp 904.76, — per kg or 39.86 persent of the value of production. It means that 39.86 persent the patchouli oil production is additional value resulting from treatment done against raw materials patchouli oil jerusalem–the leaves dried in patchouli oil production patchouli neccesary agro-industry raw material inputs of sapphire dry leaves a helper ( fagots, covering water electricity and conductor ), pack and labor performs activities production  The analysis added value is obtained the result that agro-industry patchouli oil give additional value being as that of 39.86 persent or ranged between 15 – 40 persent for leaves patchouli dry. This is based on hypothesis researcher the first benefit that agro-industry patchouli oil in the village tambakasri, sub-district sumbermanjing wetan, malang give additional value being.

Key words: Patchouli, Patchouli Oil, Income of Farming, Value Added

Abstrak

Indonesia memiliki banyak komoditas andalan untuk ekspor. Baik ekspor migas maupun non migas. Salah satunya adalah Minyak Nilam. Minyak Nilam merupakan salah satu favorit yang memberikan sumbangan besar untuk devisa negara. Ini karena, Indonesia dikenal sebagai negara pengekspor terbesar untuk kebutuhan dunia. Hal inilah, yang menjadikan usaha penyulingan Minyak Nilam, menjadi salah satu alternatif dalam menghasilkan rupiah. Usaha penyulingan Minyak Nilam, ke depannya masih berpeluang sangat bagus, terutama dari sisi bisnis, jelas sangat menguntungkan. Bahan baku utamanya adalah tanaman Nilam. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Menganalisis tingkat pendapatan petani dari usahatani nilam di Desa Tambakasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, 2) Menganalisis nilai tambah yang diterima agroindustri minyak nilam di Desa Tambakasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Metode analisis menggunakan Analisis biaya, Analisis Usahatani, dan Analisis Nilai Tambah untuk mengetahui tingkat pendapatan produksi Nilam yang optimal agar petani mendapat keuntungan yang maksimal. Hasil analisis usahatani Nilam yaitu selisih antara pendapatan kotor usahatani atau penerimaan usahatani dengan pengeluaran total usahatani. Dari hasil penelitian, maka didapatkan hasil perhitungan usahatani Nilam sebesar Rp.3.135.966,-. Besarnya nilai produksi dikurangi dengan harga bahan baku daun Nilam kering dan input lain maka diperoleh besarnya rata-rata nilai tambah yaitu sebesar Rp 904.76,- per kilogram atau 39.86 persen dari nilai produksi. Hal ini berarti bahwa 39.86 persen nilai produksi minyak Nilam merupakan penambahan nilai yang dihasilkan dari perlakuan yang dilakukan terhadap bahan baku minyak Nilam yaitu daun Nilam kering Dalam produksi minyak Nilam diperlukan input agroindustri berupa bahan baku daun Nilam kering, bahan penolong (meliputi kayu bakar, air, listrik, dan kemasan dirigen), serta tenaga kerja yang melakukan kegiatan produksi. Dari hasil analisis nilai tambah ini diperoleh hasil bahwa agroindustri minyak Nilam memberikan nilai tambah sedang yaitu sebesar 39.86 persen atau berkisar antara 15 – 40 persen bagi daun Nilam kering. Hal ini sesuai dengan hipotesis peneliti yang pertama yaitu bahwa agroindustri minyak Nilam di Desa Tambakasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang memberikan nilai tambah sedang.

Kata kunci: Nilam, Minyak Nilam, Analisis, Pendapatan Usahatani, Nilai Tambah