Archive

Archive for January, 2014

Laporan Magang Kerja Angkatan 2010 Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UB

January 30th, 2014 Comments off
Laporan Magang Kerja Angkatan 2010
Jurusan Budidaya Pertanian
Fakultas Pertanian UB
NO Kode Nama NIM Judul Magang Kerja
1 MK-FP-BP-2010-2014-01 Annita Khoirun Nisaa’ 105040201111067 STUDI TEKNOLOGI PRODUKSI BENIH KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) VARIETAS HITAM PUTIH
2 MK-FP-BP-2010-2014-02 Arista Nurhuda 105040201111026 STUDI TEKNOLOGI PRODUKSI BENIH TERONG UNGU DI PT. SANG HYANG SERI (PERSERO) KUP PUJON
3 MK-FP-BP-2010-2014-03 Ristianing Dwi Fitriani 105040200111118 STUDI BUDIDAYA MANGGA HASIL PERSILANGAN ARUMANIS-143X SWARNARIKA DI UPT PENGEMBANGAN BENIH HORTIKULTURA, POHJENTREK, PASURUAN, JAWA TIMUR
4 MK-FP-BP-2010-2014-04 Betik Prahastiningrum 105040201111080 STUDI TEKNIK BUDIDAYA UNTUK PRODUKSI BENIH KEDELAI (Glicine max (L.) Merr) BERSERTIFIKAT
5 MK-FP-BP-2010-2014-05 Rizka Amaliatin Nafiah 105040201111197 Budidaya Padi Organik (Oryza sativa) Di Kelompok Tani Tentrem Dalam Program Rintisan Padi Organik Di Desa Dawuhan Kec. Trenggalek, Kab. Trenggalek Jawa Timur
6 MK-FP-BP-2010-2014-06 MUHAMMAD ULIN NUHA 105040200111064 BUDIDAYA TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) DI KELOMPOK TANI MARGO MAKMUR DESA KLAGEN KECAMATAN KEDUNGTUBAN KABUPATEN BLORA JAWA TENGAH
7 MK-FP-BP-2010-2014-07 Wahyu Ragil Prastyo 105040200111054 Pengaruh perlakuan zat pengatur tumbuh pada pembibitan tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) di P3GI Pasuruan
8 MK-FP-BP-2010-2014-08 Faisal Arruf 105040201111029 Perbanyakan generatif pada budidaya Anggrek  Bulan ( Phalaenopsis spp) di laboratorium pembibitan Anggrek Handoyo Budi Orchids (HBO) Malang

Skripsi ” Buah Naga”

January 28th, 2014 Comments off

Central Library

OPAC (Online Public Access Catalog )

Search :  Book Local Content       by :  Title Subject Author        Year :  All Year >2000 1995 -2000 <1995       
Location :  Perpustakaan Pusat Leisure Room – Perpustakaan Pusat Unibraw Sampoerna Corner – Perpustakaan Pusat Unibraw Perpustakaan Biologi Perpustakaan Kimia Perpustakaan Matematika Perpustakaan Hukum Perpustakaan Kedokteran Perpustakaan MIPA Perpustakaan THP Perpustakaan TIP Perpustakaan Jurusan Arsitektur Perpustakaan Jurusan Teknik Sipil Perpustakaan UPT  Bahasa dan Sastra Perpustakaan Jurusan Pertanian Perpustakaan Ekonomi Perpustakaan Ilmu Administrasi Perpustakaan Kedokteran Perpustakaan Pasca Sarjana Perpustakaan UB – Kampus Jakarta Perpustakaan UB – Kampus Kediri     Criteria : 

Search Result

Record found : 7 record(s)
Page navigation

Analisis kinerja pemasaran buah naga [Hylocereus undatus] : studi kasus pada petani buah naga di Kota Batu

Subject

:

none

Author

:

Mardhiansyah, Dhaniel

Dewey No

:

SKR – FP – 2005 – 386 – 2005

Copies

:

1 exemplars

Location

:

Perpustakaan Pusat

Kajian proses pembuangan dan hasil “buah naga” [Hylocereus undatus] dengan pemberian unsur K

Subject

:

none

Author

:

Hendarta, Rio

Dewey No

:

SKR – FP – 2006 – 200 – 2006

Copies

:

1 exemplars

Location

:

Perpustakaan Pusat

Pengaruh pemberian kombinasi pupuk organik bokashi, pupuk kandang dan zat pengatur tumbuh [Atonik] terhadap sifat fisik tanah dan perkembangan akar stek buah naga [Hylocereus undatus]

Subject

:

none

Author

:

Kusumawati, Indah Retna

Dewey No

:

SKR – FP – 2005 – 186 – 2005

Copies

:

1 exemplars

Location

:

Perpustakaan Pusat

Pengaruh potensial air tanaha terhadap sifat fisik tanah dan pertumbuhan akar stek tanaman buah naga [Hylocereus undatus] pada berbagai tekstur tanah

Subject

:

none

Author

:

Rahmah, Fitratur

Dewey No

:

SKR – FP – 2003 – 287 – 2003

Copies

:

1 exemplars

Location

:

Perpustakaan Pusat

Pengaruh tekstur terhadap beberapa sifat fisik tanah dan pertumbuhan bibit tanaman buah naga (Hylocereus undatus L) pada berbagai kandungan air

Subject

:

none

Author

:

Sella, Irfan

Dewey No

:

SKR – FP – 2003 – 235 – 2003

Copies

:

1 exemplars

Location

:

Perpustakaan Pusat

Penyerapan tenaga kerja dan penerapan sistem upah pada kebun bibit dan buah mangga [Mangifera indica Linn] PT Fajar Mekar Indah : studi kasus di Desa Jarangan Kecamatan Rejoso kabupaten Pasuruan

Subject

:

none

Author

:

Rahayu, Dina Utamining

Dewey No

:

SKR – FP – 2006 – 70 – 2006

Copies

:

1 exemplars

Location

:

Perpustakaan Pusat

Categories: Skripsi Tags:

skripsi ” KERAGAMAN LIMA BELAS GENOTIP GANDUM (Triticum Sp) PADA DATARAN MEDIUM ( Diversity of fifteen wheat Genotypic (triticum sp) on plain medium ) ”

January 27th, 2014 Comments off
SKR-FP-BP-2013-187 Fransiskus D Ndae 0710470012 Keragaman lima belas genotip gandum(triticum Sp) pada dataran medium  BP/PT Dr Ir Andy Soegianto CESA Niken Kendarini SP Msi

KERAGAMAN LIMA BELAS GENOTIP GANDUM (Triticum Sp)

PADA DATARAN MEDIUM

Diversity of fifteen wheat Genotypic (triticum sp) on plain medium

Fransiskus D Ndae*), Niken Kendarini, Andy Soegianto

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Jl. Veteran, Malang 65145 Jawa Timur, Indonesia

*)E-mail:

ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keragaman kelima belas genotip gandum pada dataran medium. Penelitian ini di laksanakan pada bulan Juli – Oktober 2011, di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Perlakuan terdiri dari 13 galur  gandum dengan 2 varietas pembanding diulang tiga kali Setiap ulangan terdiri dari lima belas  petak, dimana dalam satu petak terdiri dari satu genotip tanaman gandum. Pada setiap plot terdapat 6 baris lubang tanam, dengan jarak tanam 30 x 10 cm, jumlah tanaman setiap plot 300 tanaman  dengan luas plot 9 m2. Hasil penelitian menunjukan koefisien keragaman genotip pada karakter kuantitatif memiliki koefesien keragaman genotip maupun fenotip yang rendah kisaran nilanya antara 1.16% sampai dengan 15.48%, analisis nilai heritabilitas menunjukkan kisaran nilai yang rendah hingga tinggi yaitu berkisar antara (0.02-0.60). Karakter kualitatif dari kelima belas galur menunjukkan warna biji yang sama yaitu biji berwarna coklat sedangkan pada karakter warna malai pada galur H-19, H-1, H-20, H-21, dan Selayar tidak memiliki warna pada malai sedangkan galur G-1, G-17, G-20, H-14, 28, 162, 38, 80, 82, dan Dewata memiliki warna pada malai

Kata kunci Keragaman genetik, Dataran medium, Tanaman Gandum,  Heritabilitas.

 

ABSTRACT

This study was done to determine the genotypic diversity fifteenth grain on plain medium .The study was performed on the month from July to October 2011, in the village of Dadaprejo , District Junrejo , Batu Town . This study was prepared using a Randomized Block Design (RBD) treatment consisted of 13 strains of wheat with 2 check varieties repeated three times each replicated consisting of fifteen plots , where in one plot consisted of a single genotype of wheat crop . For each plot , there are 6 rows planting hole . With a spacing of 30 x 10 cm , number of plants per plot of 300 plants with extensive plot of 9 m2 . The results showed genotypic coefficient of variability in quantitative characters has a coefficient of genotypic and phenotypic diversity of the low range between 1:16 nilanya % to 15:48 % , heritability analysis indicates the range of low to high values ​​ranged between ( 0.02-0.60 ) . Qualitative diversity of the fifteen strains showed the same seed color is brown seeds while the colors panicle characters in strain H – 19 , H – 1 , H – 20 , H – 21 , and Selayar not have color on the panicle while strain G – 1 , G – 17 , G – 20 , H – 14 , 28 , 162 , 38 , 80 , 82 , and the Dewata have colors on panicle.

Keywords Genotypicdiversity, Plains  medium, wheat, Heritability

 

 

 

 

Skripsi ” Estimasi Sedimentasi di Bendungan Wonorejo Menggunakan Sistem Informasi Geografis Estimation of Sedimentation in Wonorejo Dams Using Geographic Information Systems ”

January 27th, 2014 Comments off
SKR-FP-T- 2013-60 Siti Laelatul Ropiah  0910480154 Estimasi sedimentasi di bendungan wonorejo menggunakan sistem informasi geografis  Ilmu Tanah  Dr Ir Sudarto MS Ir Didik Suprayogo MSc PhD

Estimasi Sedimentasi di Bendungan Wonorejo Menggunakan

Sistem Informasi Geografis

 

Estimation of Sedimentation in Wonorejo Dams Using Geographic Information Systems

Siti Laelatul Ropiah1, Sudarto2, Didik Suprayogo2

1) Mahasiswa Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang

2) Dosen Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang 

ABSTRAK

Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan salah satu komponen yang terdapat dalam siklus hidrologi yang memiliki kondisi fisik bagian hulu berupa pegunungan dan perbukitan. Pada daerah tangkapan air atau DAS bagian hulu yang mempunyai lereng curam umumnya ditemukan erosi. Erosi tersebut menyebabkan terjadinya proses pengendapan atau sedimentasi di daerah kaki bukit yang relatif datar, seperti: sungai dan waduk. Kondisi lahan yang tidak sesuai dengan kaidah konservasi berpengaruh terhadap besarnya erosi dan sedimentasi di bagian hilir DAS. Perkiraan tingkat erosi tanah dengan metode RUSLE yang dilakukan secara spasial menggunakan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG). Erosivitas, erodibilitas, kemiringan dan panjang lereng, dan sistem penanaman serta konservasi merupakan parameter data yang dimasukkan dalam pendekatan RUSLE. Penerapan penggunaan lahan sesuai kemampuan lahan memiliki hasil erosi dan sedimen paling rendah dibandingkan dengan penggunaan lahan lainnya. Penerapan penggunaan lahan yang mengikuti kelas kemampuan lahan dan kaidah konservasi dapat menekan laju erosi dan sedimen.

Kata kunci: erosi, sedimentasi, RUSLE, dan sistem informasi geografis

ABSTRACT

Watershed (DAS) is one of the components contained in the hydrological cycle which has the physical condition of the upper reaches of the mountains and the hills. Erosion is commonly found in the watershed or the rivers/ upper course that has a abrupt slope. The erosion causes the process of sedimentation in the area of foothills that is relatively flat, such as: river and dam. The condition of such land impact on the magnitude of erosion and the increasing of sedimentation at the downstream of the riverbank. The estimate for the soil erosion is conducted with the RUSLE method in spatial using software of Geographic Information System (GIS). Rainfall erosivity, soil erodibility, slope length and slope steepness, and a system of planting and conservation are the parameters included to the RUSLE approach. The implementation of the land usage according to the land availability has the erosion results and the lowest sediment compared to the usage of other lands. The usage of land based on the class of land availability and the conservation terms can decrease the potention of erosion and sediment.

Key word: erosion, sedimentation, RUSLE, and geographic information systems

 

 

 

Skripsi ” Karakterisasi faktor keberhasilan tanaman penghijauan berbasis agroforestri hasil kebun bibit rakyat ( kajian sifat fisik tanah dan minat petani )”

January 27th, 2014 Comments off
SKR-FP-T- 2013-59 Nunik Anggraeni Puspitaningtyas  0910480126  Karakterisasi faktor keberhasilan tanaman penghijauan berbasis agroforestri hasil kebun bibit rakyat ( kajian sifat fisik tanah dan minat petani )  Ilmu Tanah  Ir Didik Suprayogo MSc PhD  Ir Maria Bernadetha Mitakda PhD

KARAKTERISASI FAKTOR KEBERHASILAN TANAMAN PENGHIJAUAN BERBASIS AGROFORESTRI HASIL KEBUN BIBIT RAKYAT: Kajian Sifat Fisik Tanah Dan Minat Petani

. CHARACTERIZATION FACTOR of REGREENING SUCCESS BASED on AGROFORESTRY PRODUCT of SOCIETY SEED GARDEN: Soil Physics Characteristic and Farmer Interest Study

Nunik Anggraeni Puspitaningtiyas 1), D.Suprayogo, 2) B.Mitakda 3), K.Hairiah,2)

1) Mahasiswa Agroekoteknologi Minat Manajemen Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang

2)Dosen Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang

3)Dosen Statistika, Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya Malang

ABSTRACT

The effort of Indonesian Government on reducing the use of un-renewable energy by planting more trees on degraded land. This activity is done by involving the community through the development of KBR (Kebun Bibit Rakyat = Community Seedling Nursery) programs to produce good quality of seedlings in large quantities. KBR tree seedlings are planted on critical farmer owned land in agroforestri system, nevertheless the evaluation of plant growth has still not been done.  Aims of this research: (1) to analyze influence of the soil physical condition (bulk density (BI), soil porosity and aggregate stability) on plant growth result of KBR, (2) to evaluate the correlation of farmer’s interest (preference) on tree species with plant growth result of KBR, (3) to analyze the dominant factor limiting plant growth (biophysical factor or farmer’s interest). The research is conducted based on survey sampling in Malang regency, in March till July 2013, using nested design with 2 factors: the location ( Wringinsongo, Dawuhan, Waturejo, Wonosari ) and plant species i.e. sengon (Paraserianthes falcataria), cacao (Theobroma cacao), jackfruit (Arthocarpus heterophyllus). The result of the study shows that: (1) Soil physical condition in research location is diversity (p-value < 0,05), but doesn’t firm connection between diversity of soil physical condition with DBH and plant height Cacao, Jackfruit and Sengon age 2 years. The third trees have a tolerance diversity soil physical in research area, (2) Social-economy condition (farmer’s interest) relative do together in research location (p-value > 0,05) so  difference of farmer’s interest of important value tree not correlate significantly of DBH and plant height sengon and cacao, while jackfruit have positive correlation. Increased farmer’s interest of tree planted to give positive influence to the growth of tree.

Key Word: Community Seedling Nursery, Cacao, Jackfruit, Sengon, Soil Physics Characteristic

ABSTRAK

Pemerintah RI berupaya  mengurangi penggunaan energi tak-terbarukan, salah satunya adalah dengan penghijauan pada lahan-lahan kritis. Kegiatan ini dilakukan dengan melibatkan masyarakat melalui pengembangan program KBR (Kebun Bibit Rakyat) untuk menghasilkan bibit berkualitas dalam jumlah banyak. Bibit pohon KBR ditanam pada lahan kritis milik masyarakat dalam sistem agroforestri, namun demikian evaluasi pertumbuhan tanaman masih belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini: (1) Menganalisis pengaruh kondisi fisik tanah (bobot isi (BI), porositas tanah, dan kemantapan agregat) terhadap pertumbuhan pohon hasil KBR, (2) Mengevaluasi pengaruh minat petani akan jenis pohon terhadap tingkat pertumbuhan pohon hasil KBR, (3) Menganilisis faktor dominan antara faktor biofisik dengan  minat petani dalam mempengaruhi  pertumbuhan pohon hasil KBR. Penelitian ini dilakukan dengan jalan survei sampling di Kabupaten Malang pada bulan Maret-Juli 2013, menggunakan rancangan penelitian tersarang (nested design) dengan 2 faktor yaitu  faktor lokasi (Wringinsongo, Dawuhan, Waturejo, Wonosari) dan faktor jenis tanaman (Sengon, Kakao, Nangka). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kondisi fisik tanah beragam antar lokasi penelitian (p-value < 0,05), namun tidak ada hubungan yang erat antara perbedaan sifat fisik tanah dengan nilai diameter batang (DBH) dan tinggi tanaman kakao, nangka dan sengon umur 2 tahun. Ketiga tanaman pohon tersebut memiliki toleransi keragaman sifat fisik tanah pada daerah penelitian, (2)Kondisi sosial ekonomi (minat petani) relatif sama antar lokasi penelitian (p-value > 0,05) sehingga perbedaan minat petani terhadap nilai penting keberadaan pohon di lahannya, tidak berkorelasi secara nyata pada DBH dan tinggi jenis tanaman sengon dan kakao, namun pada tanaman nangka terdapat korelasi positif. Peningkatan minat petani terhadap pohon yang ditanam memberikan pengaruh yang positif terhadap pertumbuhan pohon.

Kata kunci : Kebun Bibit Rakyat, Kakao, Nangka, Sengon, Sifat Fisik Tanah

 

 

 

 

 

Skripsi ” Pengaruh pengendalian gulma pada tumpang sari Ubikayu (Manihot esculenta ) dengan kacang tanah (Arachis Hypogaea) ”

January 27th, 2014 Comments off
SKR-FP-BP-2013-186 Dhimas Prakoso Setiawan  0910410045  Pengaruh pengendalian gulma pada tumpang sari Ubikayu (Manihot esculenta ) dengan kacang tanah (Arachis Hypogaea)  BP/Agronomi  Prof Dr Ir Husni Thamrin Sebayang MS Anna Satyana Karyawati SP MP

Klik : 02 – RINGKASAN

RINGKASAN

DHIMAS PRAKOSO SETIAWAN 0710410045-41 PENGARUH PENGENDALIAN GULMA PADA TUMPANG SARI UBI KAYU (Manihot esculenta) DENGAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) Dibawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Husni Thamrin Sebayang, MS. sebagai pembimbing pertama dan Anna Satyana K., SP. MP. sebagai pembimbing kedua.

Tanaman ubi kayu merupakan tanaman yang berperan penting baik dalam sektor tanaman pangan maupun industri dan mengalami kenaikan permintaan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2008 – 2013 produksi ubi kayu di Indonesia mengalami peningkatan yaitu dari 21,7 juta ton menjadi 25,5 juta ton dengan luas panen sekitar 1,137 juta ha (BPS, 2013). Dengan luas panen mencapai 1 juta ha lebih, tanaman ubi kayu berpotensi untuk dilakukan pengembangan pemanfaatan lahan. Dengan jarak tanam yang relatif lebar yaitu mulai dari 50 X 200 cm2 sampai 100 X 200 cm2 lahan pertanaman ubi kayu berpotensi untuk dikembangkan sistem tanam tumpangsari (Wargiono,2003). Tumpangsari dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menyiasati terbatasnya lahan tanam. Sistem tanam tumpang sari juga mempunyai keuntungan lain yaitu dapat menekan pertumbuhan gulma (Budi, 2007). Penyebab rendahnya produksi suatu tanaman budidaya salah satu faktor penyebabnya ialah tumbuhnya gulma. Penurunan hasil yang diakibatkan gulma dapat mencapai 50% oleh karena itu usaha untuk meningkatkan hasil produksi tanaman budidaya melalui pengendalian gulma secara efektif dan efisien perlu dilakukan (Moenandir, 1988). Pengendalian gulma dapat dilakukan secara langsung yaitu dengan penyiangan baik secara manual, mekanis, maupun kimiawi, dapat juga dilakukan secara tidak langsung yaitu dengan memilih pola pertanaman yang cocok sehingga pertumbuhan gulma dapat ditekan (Moenandir,2004). Tujuan penelitian ini ialah 1) Mempelajari pengaruh tumpang sari ubi kayu dan kacang tanah terhadap pertumbuhan gulma. 2) Mempelajari sistem pengendalian gulma yang tepat pada tumpang sari ubi kayu dan kacang tanah. Hipotesis yang diajukan ialah 1) Tumpang sari ubi kayu dan kacang tanah mampu menekan pertumbuhan gulma. 2) Penyiangan gulma pada 42 HST mampu mengendalikan gulma dan berpengaruh lebih baik pada tumpang sari ubi kayu dan kacang tanah.

Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2012 – Juli 2013 di Kebun Percobaan Jatikerto, Kepanjen, Kabupaten Malang yang terletak pada ketinggian 303 m dpl dengan jenis tanah alfisol. Alat yang digunakan dalam percobaan ini antara lain : cangkul, knapsack sprayer, meteran, kamera, jangka sorong, penggaris, sabit, tali rafia, leaf area meter, timbangan analitik, dan oven. Bahan-bahan yang digunakan terdiri dari stek ubi kayu varietas Adira-1 dengan ukuran panjang + 20 cm dan berasal dari bagian tengah ubi kayu, benih kacang tanah varietas kamcil, herbisida oksifluorfen ( goal 2E ), herbisida 2,4-D, furadan 3G, dan pupuk anorganik (Urea, SP36, dan KCl). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, dimana terdapat 6 perlakuan yaitu: P0= tanpa pengendalian gulma; P1= penyiangan gulma pada 21 hst; P2= penyiangan gulma pada 42 hst; P3= aplikasi herbisida pra tumbuh (Oksifluorfen dosis 1 l ha); P4= aplikasi herbisida pasca tumbuh ( 2,4-D dosis 1 l ha); P5= aplikasi herbisida pra tumbuh dan herbisida pasca tumbuh dosis 1 l ha dengan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 18 petak percobaan. Pengamatan terhadap tanaman kacang tanah dilakukan secara destruktif dan non-destruktif dengan mengambil 2 tanaman contoh tanaman kacang tanah pada setiap perlakuan yang dilakukan pada saat tanaman berumur 25, 35, 45,55, 65 dan saat panen. Pengamatan fitotoksisitas dilakukan setiap 2 hari sekali mulai tanaman berumur 7 hari sampai 20 hari setelah tanam. Variabel pengamatan pertumbuhan yang dilakukan ialah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, jumlah ginofor, luas daun tanaman, dan bobot kering total tanaman. Variabel pengamatan panen yang dilakukan ialah jumlah polong pertanaman, jumlah plong isi pertanaman, bobot kering biji per hektar, bobot 100 biji, dan indeks panen. Pengamatan gulma dilakukan pada 25, 35, 45, 55, dan 65 hst menggunakan metode quadran 50 x 50 cm. Parameter pengamatan gulma meliputi dominansi dan bobot kering gulma. Pengamatan terhadap tanaman ubi kayu dilakukan secara non destruktif dimulai ketika tanaman berumur 4 minggu setelah tanam sebanyak 4 kali dengan interval 15 hari sekali dengan variabel pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan fitotoksisitas. Pengamatan Panen bobot umbi segar per tanaman dan hasil ton ha-1.Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji F pada taraf 5%. Bila terdapat interaksi atau pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji perbandingan diantara perlakuan dengan menggunakan uji BNT pada p= 0,05.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa gulma yang perlakuan Penyiangan 21 hst (P1), 42 hst (P2), dan aplikasi herbisida pasca-tumbuh dosis 1 L ha-1 (P4) memberikan hasil kacang tanah yang lebih baik pada jumlah polong isi dengan nilai masing-masing 22,79 g; 21,63 g; 17,67 g; bobot biji per tanaman dengan nilai masing-masing 34,42 g; 32,59 g; 27,98 g; dan hasil (ton ha-1) dengan nilai masing-masing 2,19 ton ha-1, 2,3 ton ha-1, dan 1,87 ton ha-1 demikian pula bobot segar umbi ubi kayu dengan nilai masing-masing 2,30 kg; 2,23 kg; 1,64 kg dan hasil (ton ha-1) pada ubi kayu dengan nilai masing-masing 15,41 ton ha-1, 14,96 ton ha-1, 11.01 ton ha-1. Gulma yang tumbuh di semua umur pengamatan pada tumpang sari ubi kayu dan kacang tanah yaitu Cyperus rotundus dan Cynodon dactylon dengan rata-rata nilai SDR yang relatif tinggi di tiap umur pengamatan.

 

 

 

 

Skripsi ” Pengaruh Aplikasi Herbisida Pra Tanam Cuka (C2H4O2), Glifosat dan Paraquat pada Gulma Tanaman Kedelai (Glycine max L.). ”

January 27th, 2014 Comments off
SKR-FP-BP-2013-185 Dwi Wahyu Sulistyo Utomo  0910480050  Pengaruh Aplikasi herbisida Pra tanam cuka (C₂H2O2) Glifosat dan paraquat pada gulma tanaman kedelai (Glycine max L.)  BP/Agroteknologi Dr Ir Agung Nugroho SU Prof Dr Ir Husni Thamrin Sebayang MS

Klik : RINGKASAN(pdf)

RINGKASAN

Dwi Wahyu Sulistyo Utomo. 0910480050. Pengaruh Aplikasi Herbisida Pra Tanam Cuka (C2H4O2), Glifosat dan Paraquat pada Gulma Tanaman Kedelai (Glycine max L.). Di bawah bimbingan Dr. Ir. Agung Nugroho, SU. Sebagai pembimbing utama dan Prof. Dr. Ir. Husni Thamrin Sebayang, MS. Sebagai pembimbing kedua.

Kebutuhan kedelai Indonesia setiap tahunnya mencapai 2,3 – 2,5 juta ton, sedangkan jumlah produksi kedelai indonesia saat ini hanya sekitar 800.000 ton per tahun (Purwanto, 2012). Rendahnya produksi kedelai disebabkan oleh banyak faktor salah satunya ialah kompetisi gulma. Pertanaman kedelai yang pemeliharaannya kurang intensif akan bersaing dengan gulma yang mengakibatkan hasil panen menurun. Persaingan gulma dengan tanaman mampu menurunkan hasil hingga 60% (Moenandir, 1990). Untuk mengendalikan gulma kedelai, umumnya petani menggunakan herbisida pra tanam berbahan aktif glifosat dan paraquat. Keuntungan pengendalian gulma dengan herbisida ini ialah cepat dan efektif, terutama untuk areal yang luas. Beberapa sisi negatifnya ialah mempunyai efek residu terhadap alam sekitar dan resistensi gulma terhadap herbisida (Sukman dan Yakub, 2002). Diperlukan bahan alternatif herbisida glifosat dan paraquat yang ramah lingkungan seperti cuka. Cuka ialah senyawa kimia organik yang diperoleh dari hasil fermentasi dari bermacam-macam bahan makanan yang beralkohol oleh bakteri Acetobacter secara anaerob (Muhammad, 2012). Cuka bersifat korosif yang dapat menyebabkan pengeringan cepat jaringan tanaman. Cuka merupakan alternatif pengganti herbisida paraquat dan glifosat yang memiliki potensi dalam mengendalikan gulma. Tujuan penelitian ini ialah untuk mempelajari penggunaan cuka sebagai herbisida dibandingkan dengan glifosat dan paraquat dalam mengendalikan gulma tanaman kedelai. Hipotesis yang di ajukan ialah cuka sebagai herbisida organik berpotensi dalam mengendalikan gulma tanaman kedelai sehingga dapat menjadi alternatif lain selain menggunakan herbisida anorganik glifosat dan paraquat.

Penelitian dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Ketinggian tempat ± 303 m diatas permukaan laut dengan rata – rata suhu maksimum 30° – 33°C dan rata – rata suhu minimum 18° – 21°C. Jenis tanah Alfisol dengan pH tanah 0,6 – 6,2. Waktu pelaksanaan percobaan ialah bulan Maret 2013 hingga Juli 2013. Alat yang diperlukan dalam penelitian ialah knapsack sprayer, gelas ukur volume 1000 ml, timbangan analitik, kamera, meteran gulung, gunting, kuadran, penggaris, oven dan LAM (Leaf Area Meter).Bahan yang digunakan adalah benih kedelai varietas Argomulyo, cuka dapur (DIXI), herbisida glifosat (RoundUp 486 SL), herbisida paraquat (Gramoxone 276 SL), pupuk kompos 5 ton ha-1, pupuk urea 50 kg ha-1, pupuk SP-36 100 kg ha-1, pupuk KCL 50 kg ha-1 dan insektisida karbofuran 5% (furadan 3G). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini ialah 1) Tanpa penyiangan (P1); 2) Penyiangan pada 21 dan 42 hst (P2); 3) Herbisida cuka 5% (P3); 4) Herbisida cuka 20% (P4); 5) Herbisida glifosat 1 L ha-1 (P5); 6) Herbisida glifosat 3 L ha-1 (P6); 7) Herbisida paraquat 1 L ha-1(P7) dan 8) Herbisida paraquat 3 L ha-1 (P8). Variabel yang di amati pada penelitian ini ialah 1) Pengamatan gulma terdeiri atas analisis vegetasi dan bobot kering total gulma; 2) Pengamatan pertumbuhan tanaman terdiri atas tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun dan bobot kering total tanaman; 3) Pengamatan hasil tanaman terdiri atas jumlah biji per tanaman, bobot kering biji per tanaman, bobot 100 biji, bobot biji ton ha-1 dan indeks panen. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam uji F dengan taraf 5% untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Perlakuan dengan hasil uji menunjukkan nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5% untuk mengetahui perbedaan di antara perlakuan.

Uji BNT 5% menunjukkan bahwa aplikasi cuka 20% sebagai herbisida tidak berbeda nyata dibandingkan paraquat 3 L ha-1 dan glifosat 1 L ha-1, tetapi cuka 20% berbeda nyata lebih kecil bila dibandingkan dengan glifosat 3 L ha-1 dalam menekan pertumbuhan gulma dan meningkatkan pertumbuhan serta hasil tanaman kedelai.

 

Skripsi ” Analisis faktor faktor yang mempengaruhi keputusan petani sayur terhadap penggunaan pupuk organik (studi kasus di kelurahan cemorokandang , kecmatan kedung kandang kota malang ) ”

January 27th, 2014 Comments off
SKR-FP-Sosek -2013-350 Andy Maulana  0910440020  Analisis faktor faktor yang mempengaruhi keputusan petani sayur terhadap penggunaan pupuk organik (studi kasus di kelurahan cemorokandang , kecmatan kedung kandang kota malang )  Agribisnis Prof Dr Ir Budi Setiawan MS Fitria Dina Riana SP MP

 

ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN

PETANI SAYUR TERHADAP PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK

Studi Kasus di Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang,

Kota Malang

Analysis of Factors – Factors Affecting Vegetable Growers Decision Against Use

of Organic Fertilizer

Case Study at Cemorokandang Village, Kedungkandang District, Malang

Andy Maulana 1) , Prof. Dr. Ir. Budi Setiawan, MS 2) ,

Fitria Dina Riana, SP., MP. 2)

1) Mahasiswa Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas

Brawijaya Malang

2) Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas

Brawijaya Malang

ABSTRACT

The use of organic fertilizer does not provide short-term benefits but long-

term resource conservation through land and its productivity . Farming using

organic fertilizer not only can reduce the dependence on chemical fertilizers but

now can be profitable farming .

The purpose of this study was : ( 1 ) Elaborating on vegetable farming in

Sub Cemorokandang against the use of organic fertilizer ( 2 ) to analyze factors -

factors that determine the decision of farmers to use organic fertilizers vegetable .

From the results of this study indicate that the variables that have a

significant influence on the dependent variables with a significance value less than

0.05 was variable and variable age of farmers and farmers’ education level . While

variable farming experience , social influence , income and benefits of organic

fertilizer has no effect on the dependent variable is the decision of farmers to use

organic fertilizer because it has a greater significance value of 0.05.

Keywords : Decision, Organik Fertilizer

ABSTRAK

Penggunaan pupuk organik memang tidak memberikan manfaat jangka

pendek tetapi jangka panjang melalui pelestarian sumber daya lahan dan

produktivitasnya. Pola pertanian dengan menggunakan pupuk organik tidak hanya

dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia akan tetapi saat ini sudah

dapat menjadi usahatani yang menguntungkan.

Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Menguraikan tentang usahatani

sayur di Kelurahan Cemorokandang terhadap penggunaan pupuk organik (2)

Menganalisis faktor – faktor yang menentukan keputusan petani sayur terhadap

penggunaan pupuk organik.

Dari hasil penelitian dapat menunjukkan bahwa variabel yang memiliki

pengaruh secara signifikan terhadap variabel tak bebas dengan nilai signifikansi

lebih kecil dari 0,05 adalah variabel umur petani dan variabel dan tingkat

pendidikan petani. Sedangkan variabel pengalaman usahatani, pengaruh sosial,

pendapatan dan manfaat pupuk organik tidak berpengaruh terhadap variabel

tidak bebas yaitu keputusan petani dalam menggunakan pupuk organik karena

memiliki nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05.

Kata Kunci : Keputusan, Pupuk Organik

Skripsi ” PENAMPILAN DELAPAN GALUR KACANG PANJANG (Vigna sesquipedalis L. Fruwirth) PADA DUA MUSIM TANAM , PERFORMANCE OF EIGHT LINES YARD LONGBEAN (Vigna sesquipedalis L. Fruwirth) ON TWO SEASON ”

January 24th, 2014 Comments off
SKR-FP-BP-2013-184 Tomy Marmadion 0910480158 Penampilan delapan galur kacang panjang(vigna sesquipedalis L Fruwith) pada dua musim tanam  BP/PT Prof Dr Ir Kuswanto MS Ir Sri Lestari P MS

PENAMPILAN DELAPAN GALUR KACANG PANJANG

(Vigna sesquipedalis L. Fruwirth) PADA DUA MUSIM TANAM,

 

PERFORMANCE OF EIGHT LINES YARD LONGBEAN

(Vigna sesquipedalis  L. Fruwirth) ON TWO SEASON 

Tomy Marmadion, Sri Lestari Purnamaningsih, Kuswanto

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Jl. Veteran, Malang 65145 Jawa Timur, Indonesia

*)E-mail:  

ABSTRAK 

Peningkatan produktivitas kacang panjang dapat dilakukan dengan menemukan dan merakit varietas unggul, namun perbedaan musim tanam berpengaruh pada tingkat adaptabilitas terhadap lingkungan yang berbeda. Penelitian bertujuan mengetahui penampilan dan hasil produksi dari 8 galur kacang panjang pada musim tanam yang berbeda. Percobaan dilaksanakan pada bulan Maret sampai Agustus 2013 di Kebun Percobaan Jatikerto Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nested Design dengan 8 perlakuan yang diulang 3 kali. Perlakuan tersebut terdiri dari 6 galur kacang panjang ungu (UBPU 1 41, UBPU 1 130, UBPU 1 222, UBPU 1 365, UBPU 2 202, UBPU 3 153) dan 2 varietas kacang panjang hijau (Brawijaya 4 dan Bagong 2). Data dianalisis menggunakan uji F dengan taraf 5%, apabila berbeda nyata antar perlakuan diuji dengan BNT 5%. Untuk mengetahui perbandingan antar galur kacang panjang ungu dengan kacang panjang hijau serta perbandingan antar galur kacang panjang ungu dilakukan pengujian orthogonal kontras. Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan penampilan antar musim tanam terdapat pada variabel umur panen, jumlah biji/polong, berat biji dan produktivitas. Perbedaan penampilan antar galur terdapat pada variabel awal muncul bunga, umur panen, panjang polong, jumlah polong, berat polong segar/tanaman, bobot rerata/polong. Perbedaan penampilan yang dipengaruhi oleh interaksi genotip x musim terdapat pada variabel awal muncul bunga.

Kata kunci: Vigna sesquipedalis L. Fruwirth, penampilan 2 musim tanam, kacang panjang ungu, produksi

ABSTRACT 

Productivity improving of yard longbean can be done by finding and develop high-yield varieties, but the difference in growing season affects the level of adaptability to different environments. This research aims to determine the performance and yield of 8 lines of yard longbean in different planting seasons. This research was conducted at the experimental station Brawijaya University Malang Jatikerto village, Kromengan district, Malang. The method used in each season was Nested Randomized Block Design (RBD) with 8 threatment and 3 replications at 2 units. The treatment consisted of 6 purple lines (UBPU 1 41, UBPU 1 130, UBPU 1 222, UBPU 1 365, UBPU 2 202, UBPU 3 153) and  2 varieties (Brawijaya 4 Bagong 2). Data analyzed the F test with a level of 5 %, if significantly different between treatments were tested with LSD 5 %. To determine the comparison between pods purple with the pods green used the orthogonal contrasts. The research results showed differences performance between the seasons contained in age harvest, number of seeds/pods, weight of seeds, and productivity. The difference performance between the lines contained in the age flowering, age harfest, pod length, number of pods/plant, fresh pods yield/plant, weight /pods. Differences performance of genotype x season interactions on the age flowering variable.

 

Keywords: Vigna sesquipedalis L. Fruwirth, performance 2 seasons, pods purple, yield.

Skripsi ” PENGGUNAAN AMONIUM THIOSULFAT UNTUK MEMACU FITOEKSTRAKSI MERKURI (Hg) OLEH JUKUT PAHIT (Paspalum conjugatum L.) PADA TANAH TERCEMAR TAILING EMAS SKALA KECIL “

January 23rd, 2014 Comments off

 

PENGGUNAAN AMONIUM THIOSULFAT UNTUK MEMACU FITOEKSTRAKSI MERKURI (Hg) OLEH JUKUT PAHIT (Paspalum conjugatum L.)  PADA TANAH TERCEMAR TAILING EMAS SKALA KECIL 

Betty Agustina Wulansari 1, Yulia Nuraini 2, Eko Handayanto 2

1)Mahasiwa Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang-65145

2)Dosen Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang-65145

ABSTRACT

Amalgamation of mercury (Hg) is a traditional method used by small -scale gold miners (PESK) to earn gold. The rest of the traditional process in the form of waste (muddy) containing mercury and many other heavy metals dumped in farmland contaminating farmland. Sekotong village, District Sekotong West Lombok regency, West Nusa Tenggara, is one of the locations that are superbly PESK operating illegally since 2009. Levels of heavy metals in agricultural land can be reduced and neutralized with an inexpensive method, which is known as phytoremediation, ie the use of green plants or microorganisms are associated, to absorb, move, inactivate, as well as reduce the content of toxic compounds in the soil. The purpose of this research is to study and know the potential Jukut Pahit (Paspalum conjugatum L.), fitoekstrasi mercury (Hg) in soil contaminated with small scale gold mining waste and study the effect of adding ammonium thiosulfate to fitoekstrasi mercury by Jukut Pahit (Paspalum conjugatum L.) on soil contaminated small-scale gold mining waste . The study was conducted at the Laboratory of Soil Brawijaya University and in a shade house located in the area of ​​Dermo, Sengkaling.

             The results showed T2 (amalgamation) contaminated soil contains Hg higher than T1 (tailings cyanidation) contaminated soil. Ammonium thiosulfate additions can increase the uptake of Hg in plants Paspalum conjugatum L. and can reduce the content of Hg in soil contaminated tailings. Additionally Jukut Pahit (Paspalum conjugatum L.) has the potential to reduce the content of heavy metals in Hg higher in soil contaminated tailings that Hg content in the soil is reduced. At T1L2 ( cyanidation tailings + 8 g of ammonium thiosulfate/ kg media) Paspalum conjugatum L. plants are able to absorb Hg at 300.42 mg / kg , equivalent to 91.87 %. and on T2L2 (amalgamation tailings + 8 g of ammonium thiosulfate/ kg media) Paspalum conjugatum L plants are able to absorb Hg at 374.58 mg/ kg, equivalent to 95.16 %.

Key words: mercury , phytoremediation, tailings