Archive

Archive for January, 2014

Skripsi “Perkembangan komunitas pengusaha kripik Tempe sanan melalui strategi integrasi vertikal dan strategi integrasi horisontal “

January 23rd, 2014 Comments off
SKR-FP-Sosek -2013-349 Bintang Bima Sakti  0910440036 Perkembangan komunitas pengusaha kripik Tempe sanan melalui strategi integrasi vertikal dan strategi integrasi horisontal  Agribisnis Mangku Purnomo SP Msi PhD Prof Dr Ir Kliwon Hidayat MS 

PERKEMBANGAN KOMUNITAS PENGUSAHA KRIPIK TEMPE SANAN

MELALUI STRATEGI INTEGRASI VERTIKAL DAN INTEGRASI

HORISONTAL

Development Businesses Community Of Sanan Tempe Chips With Vertical Integration

Strategy And Horizontal Integration Strategy

Bintang Bima Sakti1), Mangku Purnomo, SP., M.Si., P.hD 2),

Prof. Dr. Ir. Kliwon Hidayat, MS 2)

1) Mahasiswa Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas

Brawijaya Malang

2) Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas

Brawijaya Malang

ABSTRACT

Malang region is a region which might be considered as processed food industry

Center in East Java. It is therefore many processed food product of this region is that its

market has reached the various regions in indonesia. Processed food development in

Malang regions are also supported by a growing number of perpetrators of the processed

food industry in the region. This condition seen in food industry sanan tempe chips. One

of the significant challenges faced by food business Sanan tempe chips are business

management issues related to production factors. So need researchs to be done in the

developments businesses community of sanan tempe chips with integration vertical

strategi and horizontal integration.

The results of research that first, The businesses in Sanan tempe chips consists of

tempe chips producers initiators who started a business before 1990, The first followers

tempe chips producers who started the business from 1991 to 2005, The second followers

tempe chips producers who started the business from 2006 until now. Second, there are

three integration scheme about employers of tempe chips in Sanan. Integration A scheme

is integration who from just one input for just one producers and then the output will be

marketing at many spot. Usually this integration used of producers small scale.

Integration B is integration who from many input for just one producers and then the

output will be marketing at just one spot. Usually this integration used of producers big

scale. Integration C is integration who from just one input for many producers and then

the output will be marketing at just one spot. Usually this integration used of family base

at Sanan.

Keywords : Vertical Integration And Horizontal Integration

ABSTRAK

Wilayah Malang merupakan wilayah yang bisa dianggap sebagai sentra industri

pangan olahan di Jawa Timur. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya produk pangan

olahan dari wilayah ini yang pasarnya sudah sampai ke berbagai wilayah di Indonesia.

Perkembangan pangan olahan di wilayah Malang juga didukung oleh semakin banyaknya

pelaku industri pangan olahan yang berada di wilayah ini. Kondisi ini terlihat pada

industri pangan olahan kripik tempe Sanan. Salah satu tantangan yang cukup besar yang

dihadapi oleh pelaku usaha pangan olahan kripik tempe Sanan adalah masalah

pengelolaan usaha yang berkaitan dengan faktor produksi. Mengingat industri pangan

olahan kripik tempe Sanan yang sudah cukup terkenal bagi masyarakat, maka sangat

penting untuk dilakukan kajian lebih dalam terhadap perkembangan komunitas

pengusaha kripik tempe Sanan melalui strategi integrasi vertikal dan integrasi horisontal.

Hasil penelitian mengemukakan bahwa pelaku usaha kripik tempe di kampung

Sanan terdiri dari produsen kripik tempe inisiator (1985-1990), produsen kripik tempe

pengikut pertama (1991-2005), serta produsen kripik tempe pengikut kedua (2006-2013).

Terdapat tiga bentuk integrasi perusahaan kripik tempe di kampung Sanan yaitu bentuk

Integrasi A yang berarti bentuk integrasi yang terdiri dari input tunggal yang selanjutnya

ditujukan kedapa produsen tunggal dengan output pemasaran banyak. Umumnya A

digunakan oleh perusahaan kripik tempe skala kecil yang ada di kampung Sanan.

Integrasi B yang berarti bentuk integrasi yang terdiri dari input banyak yang selanjutnya

ditujukan kepada produsen tunggal dengan output pemasaran tunggal. Umumnya

digunakan oleh perusahaan kripik tempe skala besar yang ada di kampung Sanan.

Selanjutnya bentuk Integrasi C merupakan bentuk integrasi yang terdiri dari input tunggal

yang selanjutnya ditujukan kedapa produsen banyak dengan output pemasaran tunggal.

Umumnya digunakan oleh perusahaan kripik tempe yang masih memiliki hubungan

keluarga.

Kata Kunci : Integrasi Vertikal Dan Integrasi Horisontal

Skripsi ” ANALISIS PERILAKU KONSUMEN TERHADAP PRODUK KURMA SALAK DI KABUPATEN BANGKALAN (Studi Kasus di UD. Budi Jaya Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan). Analysis of Consumer’s Behavior to the Product of Kurma salak in the Bangkalan District (Case Study in UD. Budi Jaya the Subdistrict of Bangkalan, Bangkalan District)”

January 23rd, 2014 Comments off
SKR-FP-Sosek -2013-348 Ayuda Werti 0910440034 Analisis perilaku konsumen terhadap produk  kurma salak di kanupaten Bangkalan (studi kasus di UD .Budi jaya kecamatan Bangkalan , Kabupaten Bangkalan Agribisnis Prof Dr Ir Djoko Koestiono MS Wisynu Ari Gutama SP MMA

ANALISIS PERILAKU KONSUMEN TERHADAP PRODUK

KURMA SALAK DI KABUPATEN BANGKALAN (Studi Kasus di UD. Budi Jaya Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan).

Analysis of Consumer’s Behavior to the Product of Kurma salak in the Bangkalan District (Case Study in UD. Budi Jaya the Subdistrict of Bangkalan,

Bangkalan District).

Ayuda Werti1), Prof. Dr. Ir. Djoko Koestiono2), SU, Wisynu Ari Gutama,SP,MMA2)

1) Mahasiswa Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang

2) Dosen Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang

ABSTRACT

Snake fruit is one of agriculture product in the Bangkalan District that has plenitude production. The potential in this agriculture sector is lacking of high economic value because in the harvest time it has over production. Thus, although it has plenitude production, the farmers still have less welfare. Therefore, to improve its economic value, it is conducted by snake fruit processing to become kurma salak.The more product of special snack from Bangkalan that spread in the market, it demands the producer to be more accurate in paying attention of consumer behavior.This research aimed to know product attributes that become consumer consideration in purchasing decision of kurma salak product in Bangkalan District, and to analyze consumer’s attitude and behavior in the post-purchasing of kurma salak product in the Bangkalan District.Analysis that used in this research is Cochran Q Test method and Reability Validity Test to know the attributes that considered by consumer, and Fishbein analysis method and also Theory Reasoned Action used to analyze consumer’s attitude and behavior.

ABSTRAK

Salak merupakan salah satu produk pertanian di Kabupaten Bangkalan yang mempunyai produksi melimpah.Potensi sektor pertanian ini kurang mempunyai nilai ekonomis tinggi karena pada masa panen mengalami kelebihan produksi.Sehingga meski mempunyai produksi yang melimpah tapi kesejahteraan petani masih kurang.Oleh karena itu, untuk meningkatkan nilai ekonominya, maka dilakukan pengolahan salak menjadi kurma.Industri ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat baik petani salak maupun non petani salak.Semakin banyaknya produk-produk camilan khas Bangkalan yang beredar di pasaran menuntut produsen semakin jeli dalam memperhatikan perilaku konsumen.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atribut-atribut produk yang menjadi pertimbangan konsumen dalam keputusan pembelian produk kurma salak di Kabupaten Bangkalan, serta menganalisis sikap dan perilaku konsumen pasca pembelian produk kurma salak di Kabupaten Bangkalan.Analisis yang digunakan adalah metode Cochran Q Test dan Uji Validitas Reliabilitas untuk mengetahui atribut-atribut yang dipertimbangkan oleh konsumen, dan metode analisis Fishbein dan Theory Reasoned Action digunakan untuk menganalisis sikap dan perilaku konsumen

Kata Kunci: Cochran Q Test , Fishbein dan Theory Reasoned Action, perilaku, konsumen.

Skripsi ” Heritabilitas dan kemajuan genetik harapan empat polulasi f2 tanaman cabai besar (capsicum annuum L.) ”

January 22nd, 2014 Comments off
SKR-FP-BP-2013-183 Zuri Widyawati  0910480173 Heritabilitas dan kemajuan genetik harapan empat polulasi f2 tanaman cabai besar (capsicum annuum L.)  BP/PT Ir Respatijarti MS Izmi Yulianah SP Msi

HERITABILITAS DAN KEMAJUAN GENETIK HARAPAN POPULASI F2 PADA TANAMAN CABAI BESAR (Capsicum annuum L.)

HERITABILITY AND GENETIC GAINS OF F2 POPULATION IN CHILLI (Capsicum annuum L.) 

Zuri Widyawati*), Izmi Yulianah, Respatijarti 

*) Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Jl. Veteran, Mlang 65145 Jawa Timur, Indonesia

E-mail :

ABSTRAK

Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui keragaman genetik, pendugaan nilai heritabilitas dan kemajuan genetik harapan pada populasi F2 tanaman cabai besar. Penelitian dilaksanakan di Desa Pandesari, Kec. Pujon, Malang pada bulan Maret – Agustus 2013. Percobaan menggunakan metode pengamatan single plant dengan menanam dua populasi F2 dan dua populasi F1. Jumlah tanaman pada masing-masing populasi F2 sebanyak 200 tanaman,  sedangkan pada populasi F1 sebanyak 20 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keragaman genetik pada semua karakter kuantitatif yang diamati kecuali karakter panjang tangkai buah,diameter buah dan tebal daging buah, nilai duga heritabilitas tinggi pada semua karakter kuantitatif yang diamati kecuali karakter umur berbunga, bobot buah total dan umur panen, sedangkan nilai duga kemajuan genetik harapan tinggi pada semua karakter kuantitatif yang diamati kecuali karakter umur panen. Karakter kuantitatif yang memiliki nilai heritabilitas dan kemajuan genetik tinggi dapat dijadikan karakter seleksi.

Kata kunci : populasi segregasi, keragaman genetik, heritabilitas, kemajuan genetik harapan.

ABSTRACT 

A research has been conducted to know the genetic variance, heritability values and genetic gains values in F2 population of chilli. This research was conducted at Pandesari village, Pujon sub-district, Malang on March – August 2013. The research used a single plant method with used F2 populations and F1 population. The results showed that there are genetic variance in all quantitative characters that observed except fruit stalk length character, fruit diameter character and flesh thickness character, heritability value was high in all quantitative character that observed except flowering time, fruit weight per plant and harvesting time. Quantitative characters that have high heritability and genetic gains values can be selection character.

 

Keyword : segregation of population, genetic variance, heritability, genetic gains.

Skripsi ” PENGARUH BEBERAPA BAHAN ORGANIK DAN WAKTU APLIKASI TERHADAP KUALITAS UMBI UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) THE EFFECT OF SOME ORGANIC MATTERS AND TIME APPLICATIONS ON TUBER QUALITY OF SWEET POTATO (Ipomoea batatas L.)”

January 22nd, 2014 Comments off

 

PENGARUH BEBERAPA BAHAN ORGANIK DAN WAKTU APLIKASI TERHADAP KUALITAS UMBI UBI JALAR (Ipomoea batatas L.)

THE EFFECT OF SOME ORGANIC MATTERS AND TIME APPLICATIONS ON TUBER QUALITY OF SWEET POTATO (Ipomoea batatas L.)

Rosyid Ridlo, Roedy Soelistyono, Agung Nugroho

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Jl. Veteran, Malang 65145 Jawa Timur, Indonesia

Email :  

ABSTRAK

Produksi ubi jalar di Indonesia cukup tinggi dan belum termanfaatkan secara optimal, dari total produksi ubi jalar sebanyak 1,76 juta ton, 89% dimanfaatkan untuk konsumsi, sedangkan sisanya sebesar 18.000 ton digunakan sebagai pakan ternak dan 161.000 ton terbuang. Untuk dapat meningkatkan citra ubi jalar sekaligus pemanfaatannya, maka perlu ada upaya untuk mengolah ubi jalar menjadi tepung atau pati. Selain memperpanjang umur simpannya, tepung atau pati ubi jalar dapat digunakan sebagai bahan baku produk olahan dan dimanfaatkan menjadi bermacam-macam produk pangan (Putri, 2012).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sumber dan waktu aplikasi bahan organik pada kualitas umbi ubi jalar.Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 kali ulangan.  Petak utama adalah: Bahan organik (B) yang terdiri dari pupuk kandang sapi (B1), kompos azolla (B2), dan  kompos sampah kota (B3). Anak petak (W) yang terdiri dari 3 waktu aplikasi bahan organik, yaitu: 4 minggu sebelum tanam (W1), 2 minggu sebelum tanam (W2), dan bersamaan waktu tanam (W3). Pengamatan meliputi pengukuran kadar serat kasar dan kadar pati umbi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5% dan apabila terjadi pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji antar perlakuan dengan menggunakan uji BNT pada taraf 5 %. Berdasarkan hasil percobaan didapatkan bahwa aplikasi dari berbagai bahan organik dan waktu aplikasinya tidak memberikan pengaruh dan interaksi nyata pada kadar pati dan serat kasar umbi.

Kata kunci: ubi jalar, pupuk kandang sapi, kompos azolla, kompos sampah kota

ABSTRACT

Sweet potato production in Indonesia is quite high and not utilized optimally, total production of sweet potato as many as 1.76 million tons, 89% used for consumption, while the remaining 18,000 tons are used as animal feed and 161,000 tons of waste. In order to improve the image of sweet potatoes at once utilization, it is necessary to attempt to process the sweet potato into flour or starch. In addition to extending the shelf life, sweet potato flour or starch can be used as raw material processed and utilized products into a variety of food products.This study aimed to determine the effect of the source and time applications of organic matters on the tubers quality of sweet potato. This study used Split Plot Design with 3 times replication. The main plot is: Organic matter (B) consisting of cow manure (B1), azolla compost (B2), and municipal solid waste compost (B3). Subplot (W) which consists of 3 times application of organic matters, namely: 4 weeks before planting (W1), 2 weeks before planting (W2), and at the same time planting (W3). Observations included measurement of crude fiber content and tuber starch content. Data were analyzed by using analysis of variance (F test) at 5% and in case of a real effect, continues with testing between treatments by using LSD’s test at 5%. Based on the experimental results showed that application of a variety of organic matters and time applications there is no significant interaction effect on tuber starch content and crude fiber.

Keywords : sweet potato, cow manure, azolla compost, municipal solid waste    compost

Skripsi ” Sikap konsumen terhadap produk beras organik merek ” Mutos” (manajemen usahatani organik seloliman ) kabupaten mojokerto ”

January 22nd, 2014 Comments off

 

SKR-FP-Sosek -2013-347 Mesdiani Pratama Putri  0910440134 Sikap konsumen terhadap produk beras organik merek ” Mutos” (manajemen usahatani  organik seloliman ) kabupaten mojokerto  Agribisnis Prof Dr Ir Djoko Koestiono MS Dwi Retno Andriani SP MP

RINGKASAN

Mesdiani Pratama Putri. 0910440134. Sikap Konsumen Terhadap Produk Beras Organik Merek “MUTOS” (Studi Kasus di MUTOS (Manajemen Usaha Tani Organik Seloliman) Kabupaten Mojokerto). Di bawah Bimbingan Prof. Dr. Ir. Djoko Koestiono sebagai Pembimbing Utama, dan Dwi Retno Andriani, SP., MP. Sebagai Pembimbing Pendamping.

Gaya hidup sehat telah menjadi tren baru. Mengkonsumsi makanan dengan tinggi lemak dan kolesterol mulai ditinggalkan. Konsumen lebih memilih produk yang aman bagi kesehatan yaitu produk organik. salah satu produk organik yang digemari adalah beras organik. Fenomena tersebut mengakibatkan jumlah permintaan beras organik meningkat setiap tahunnya, sebab beras merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia. MUTOS (Manajemen Usaha Tani Organik Seloliman) merupakan salah satu produsen beras organik. Banyaknya produsen beras organik yang serupa menyebabkan persaingan dalam pemasaran. Oleh karena itu MUTOS harus tetap menjaga kualitas produk agar konsumen loyal terhadap produk beras organik produksi MUTOS.

Pada penelitian ini permasalahan yang muncul adalah: 1). Atribut-atribut beras organik apa saja yang dipertimbangkan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian, 2). Bagaimanakah proses keputusan pembelian beras organik, 3). Bagaimakah sikap konsumen terhadap produk beras organik MUTOS. Berdasarkan perumusan masalah tersebut maka tujuan penelitian ini adalah: 1). Menganalisis atribut-atribut beras organik MUTOS yang dipertimbangkan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian, 2). Menganalisis proses keputusan pembelian beras organik, 3). Menganalisis sikap konsumen terhadap produk beras organik MUTOS.

Penentuan lokasi penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive) yaitu di MUTOS (Manajemen Usaha Tani Organik Seloliman). Hal tersebut dikarenakan MUTOS merupakan salah satu produsen beras organik sekaligus lembaga yang bergerak di bidang perdagangan beras organik. Sehingga memungkinkan bahwa banyak konsumen yang mengunjungi MUTOS. Metode penentuan responden dilakukan dengan metode non probability sampling yang bersifat accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 50 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pengumpulan data primer dan data sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis Cochran q test, dan analisis sikap multiatribut Fishbein.

Dari hasil penelitian diperoleh hasil dari analisis deskriptif tentang proses pengambilan keputusan pembelian beras organik diketahui bahwa motivasi responden mengkonsumsi beras organik adalah untuk kesehatan dan responden merasa ada yang kurang jika tidak mengkonsumsi beras organik. Responden memperoleh informasi mengenai beras organik melalui brosur, selebaran, dan leaflet, unsur yang menjadi pusat perhatian responden adalah isi pesan. Sedangkan yang menjadi fokus perhatian responden pada informasi kemasan adalah merek dari beras organik. Responden memilih atribut yang paling dipertimbangkan adalah beras organik memiliki kandungan gizi yang tinggi dan jenis kemasan beras organik yang diharapkan oleh konsumen adalah yang sederhana. Sebagian besar responden menyukai jenis beras organik putih dengan varietas IR 64 untuk dikonsumsi sehari-hari, dengan berat kemasan 5 kg per kemasan dan jumlah rata-rata konsumsi responden adalah sebanyak 15-20 kg per bulan. Sebagian besar responden membeli beras organik di supplier, dengan alasan dekat dengan tempat tinggal. Sebagian besar responden mengaku bahwa media yang paling mempengaruhi dalam membeli beras organik adalah insiatif diri sendiri, dimana dengan media tersebut konsumen langsung melakukan pembelian, sehingga media lain dinilai tidak berpengaruh terhadap responden. Sebagian besar responden menyatakan puas dengan mengkonsumsi beras organik MUTOS Dan menyatakan akan tetap melakukan pembelian meskipun terjadi kenaikan harga.

Analisis Cochran q test menunjukkan hasil bahwa dari 12 atribut yang ditawarkan, ada 8 atribut yang menjadi bahan pertimbangan konsumen dalam membeli beras organik MUTOS. Atribut-atribut tersebut adalah rasa, warna, kepulenan, gizi, kemasan, keawetan, merek dan harga. Analisis sikap menunjukkan bahwa sikap rata-rata responden memiliki skor 132,35. Dari skor rata-rata tersebut dapat disimpulkan bahwa sikap konsumen terhadap beras organik MUTOS adalah positif.

SUMMARY

Mesdiani Pratama Putri. 0910440134. Consumer Attitudes of MUTOS Organic Rice Products (Case Study in MUTOS (Organic Farm Management Seloliman) Mojokerto Regency). Supervised by Prof. Dr. Ir. Djoko Koestiono, SU as Main Supervisor, and Dwi Retno Andriani, SP., MP. As a Supervising Companion.

Healthy lifestyle has become a new trend. Consuming foods with high fat and cholesterol becoming reduce. Consumers prefer products that are safe for the health of organic products. One of the popular organic products are organic rice. The phenomenon resulted in the demand for organically grown rice every year, because rice is the staple food of the people of Indonesia. MUTOS (Seloliman Organic Farm Management) is one of the producers of organic rice. Many similar organic rice producers led the competition in marketing. Therefore MUTOS must keep the quality of the products that consumers are loyal to the production of organic rice products MUTOS.

In this study the problems are: 1). What of organic rice attributes considered by consumers in making purchasing decisions, 2). How is purchase decision process of consumer organic rice, 3). How is consumer attitudes towards organic rice products MUTOS. Based formulation of the problem, the purpose of this study is: 1). Analyze the attributes of organic rice MUTOS that consumers consider in making purchase decisions, 2). Analyze purchase decision process of organic rice product, 3). Analyze consumer attitudes towards MUTOS organic rice products.

Determining the location of the study done intentionally (purposive) that MUTOS (Seloliman Organic Farm Management). That is because MUTOS is one of the producers of organic rice as well as institutions engaged in the field of organic rice trade. Making it possible that many consumers who visit MUTOS. Method to determine the respondents conducted by non probability sampling method that is accidental sampling the number of respondents is 50 people. Data collection methods used are primary data collection and secondary data. The analytical method used is descriptive analysis, analysis of the Cochran Q test, and analysis multiatribut Fishbein.

From the research results of the descriptive analysis of the purchasing decision process of organic rice is known that the motivation of respondents consume organic rice is to the health and respondents feel something is missing if not consume organic rice. Respondents obtain information on organic rice through brochures, flyers, and leaflets, the element of focus of the respondent is the message content. While the focus of concern for respondents in the information package is a brand of organic rice. Most respondents chose the attributes considered are organic rice has a high nutrient content and types of packaging organic rice which is expected by consumers is simple. Most respondents liked the type of organic white rice varieties IR 64 to be consumed daily, with packaging weighing 5 kg per package and the average number of respondents consumption is 15-20 kg per month. Most respondents buy organic rice from supplier, the reason is near from their residence. Most of the respondents claimed that the media most influence in buying organic rice is self initiative, whereby consumers directly with the media to make a purchase, so that other media do not influence the respondents assessed. Most of the respondents said they were satisfied with consuming organic rice MUTOS And states will still make the purchase despite the price increase.

Cochran Q test analysis showed that the results of the 12 attributes on offered, there are 8 attributes into consideration consumers in buying organic rice MUTOS. These attributes are taste, color, fluffier, nutrition, packaging, durability, brand and price. Analysis showed that the attitude of the average attitude of the respondent has a score 132.35. From the average score, we can conclude that consumer attitudes towards organic rice MUTOS is positive.

Skripsi ” Kombinasi kompos kotoran sapi dan paitan (Tithonia diversifolia L.) pada pertumbuhan dan hasil tanaman terung (Solanum melongena L.) ”

January 21st, 2014 Comments off
SKR-FP-BP-2013-181 Gita Pramudika 0810483065 Kombinasi kompos kotoran sapi dan paitan (Tithonia diversifolia L.) pada pertumbuhan dan hasil tanaman terung (Solanum melongena L.)  BP/SDL Dr Ir Nur Edy Suminarti MS  Dr Ir Setyono Yudo Tyasmoro MS

KOMBINASI KOMPOS KOTORAN SAPI DAN PAITAN

(Tithonia diversifolia L.) PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.)

 

THE COMBINATIONS OF COMPOST COW MANURE AND PAITAN

(Tithonia diversifolia L.) ON THE GROWTH AND YIELD OF

EGGPLANT (Solanum melongena L.) 

)*Gita Pramudika, Setyono Yudo Tyasmoro, Nur Edy Suminarti

)*Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Jl. Veteran, Malang 65145 Jawa Timur, Indonesia

E-mail:  

ABSTRAK

Seiring dengan meningkatnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap pemenuhan bahan makanan yang berkualitas mendorong  dikembangkannya sistem pertanian yang mengarah pada kelestarian lingkungan, aman dan sehat. Peluang dalam produksi pertanian organik, khususnya buah terung masih terbuka lebar hal ini didukung dengan permintaan buah terung yang terus meningkat 21,46 % per tahun.  Tanaman terung responsif terhadap penyerapan unsur hara makro seperti N, P dan K, selain itu pemenuhan kebutuhan tanaman terung dapat dipenuhi dengan penggunaan kompos kotoran sapi dan paitan (Tithonia diversifolia L.) sebagai bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh aplikasi pupuk an-organik maupun organik pada pertumbuhan dan hasil tanaman terung, serta untuk menentukan dosis kompos kotoran sapi dan paitan yang tepat pada tanaman terung agar diperoleh hasil yang paling tinggi. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan september 2012 sampai dengan februari 2013 di lahan pertanian Ponpes Bahrul Maqhfiroh, Jl. Joyo Agung nomer 2 Tlogomas Kota Malang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bahan organik yang berupa kombinasi kompos kotoran sapi 75% + paitan 25%, dan perlakuan pupuk an-organik 100% menghasilkan pertumbuhan yang tidak berbeda nyata terhadap semua parameter pengamatan (luas daun, bobot kering daun, bobot kering batang, bobot kering akar, jumlah buah panen dan bobot segar buah panen).

Kata kunci : Terung, kompos kotoran sapi, paitan, lahan organik

ABSTRACT

Along with the increasing level of public awareness of the fulfillment of the quality of food that led to the development of agricultural systems that lead to environmental sustainability, safe and healthy. Opportunities in organic agricultural production, especially fruit eggplant is still wide open it is supported by the eggplant fruit demand continues to rise 21.46 % per year. Plant eggplant responsive to the absorption of macro nutrients like N, P and K, in addition to meeting the needs of eggplant plants can be met with the use of cow dung compost and paitan (Tithonia diversifolia) as organic matter. This research aims to study the effect of application of inorganic fertilizers and organic on growth and yield of eggplant, as well as to determine the dose of compost cow manure and paitan right on eggplant plants in order to obtain the highest results. Research has been conducted in the month of September 2012 to February 2013 on the farm Ponpes Bahrul Maqhfiroh, Jl. Joyo Agung Malang Tlogomas number 2. The design used in this study is a randomized block design (RBD). The results showed that administration of a combination of organic materials composted cow manure paitan 75% + 25%, and inorganic fertilizer treatment 100% yield growth is not significantly different to all observation parameters (leaf area, leaf dry weight, stem dry weight, root dry weight, number of fruit crops and harvest the fruit fresh weight).

Keywords : eggplant, cow manure, paitan, organic land

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Nama Mahasiswa Bebas pinjam Ruang Baca Fakultas Pertanian Tahun 2014 s/d Tanggal 21 Januari 2014

January 21st, 2014 Comments off

 

Daftar Nama Mahasiswa Bebas pinjam Ruang Baca Fakultas Pertanian  Tahun 2014
No Tanggal Nama  Nim  Program Studi 
         
1 2 Januari 2014 Rizia Yasminda R 0910480274 BP/PT
2 2 Januari 2014 Andina Devi Yonavita 0910440236 SOSEK
3 2 Januari 2014 Bayu Budiandrian  0810440031  SOSEK
4 3 Januari 2014 Amanda Yayu Natasya  0910483086 HPT
5 6 Januari 2014 Fadhila Herdatiarni  0910480061 HPT
6 6 Januari 2014 Etik Wulandari  0910480221 BP/SDL 
7 8 Januari    2014 Reza Oktariani  0910440308 SOSEK
8 8 Januari    2014 Moch Zainal  0910483022 BP/SDL 
9 8 Januari    2014 Dea Argita 0910483093 TANAH
10 8 Januari    2014 Widya Paramita S 0910483075 BP/PT
11 15 Januari    2014 Erlangga Setyawan  0910483011 BP/PT
12 16 Januari    2014 Akbar Prima Utomo  0910481001 BP/PT
13 16 Januari    2014 Sutanto Wahyu Afandi  0910481011 BP/PT
14 16 Januari    2014 Descha Giatri Cahyaningrum  0910483094 BP/PT
15 17 Januari    2014 Rahma Yunalia Hadi  0810483039  BP/SDL 
16 17 Januari    2014 Diah Anggreani Puspa Dewi  0910440049  SOSEK
17 20 Januari    2014 Ferdinand James  0910440275 SOSEK
18 21 Januari    2014 Eko Susanto  0910480053 BP/SDL 
19 21 Januari    2014 Adhytya Cahya Darmawan  0910480004  BP/PT

Skripsi ” Karakteristik bunga mangga (mangifera Indica L.) hasil persilangan arumanis -143 dan podang urang “

January 20th, 2014 Comments off
SKR-FP-BP-2013-180 Ismuha Nasution  0910483061 Karakteristik bunga mangga (mangifera Indica L.) hasil persilangan arumanis -143 dan podang urang  BP/SDL  Prof Dr Ir Tatik Wardiyati MS Ir Moch Nawawi MS

KARAKTERISASI BUNGA MANGGA (Mangifera indica L.) HASIL PERSILANGAN ARUMANIS-143 DAN PODANG 

MANGGO FLOWER CHARACTERIZATION (Mangifera Indica L.) AS THE
RESULT OF CROSSING BETWEEN  ARUMANIS-143 AND PODANG URANG.

Ismuha Nasution, Tatik Wardiyati, Moch Nawawi

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Jl. Veteran, Malang 65145 Jawa Timur, Indonesia

E-mail:

ABSTRAK

Penelitian yang telah dilakukan untuk men-getahui karakterisasi bunga mangga (Mangifera indica L.) hasil persilangan Arumanis-143 dan Podang Urang.Peneli-tian ini dilaksanakan di Kebun Balai Benih Induk Hortikultura (KBBIH) Pohjentrek yang beralamat di Kota Pasuruan Jawa Timur, pada bulan Juni 2013 sampai dengan Sep-tember 2013.Percobaan ini dengan metode observasi dengan pengumpulan data pada tanaman mangga berumur 6 tahun dari biji.Parameter pengamatan terhadap karakter morfologi bunga mangga meliputi cluster bunga 1 pohon, jumlah bunga dalam 1 clus-ter, saat muncul bunga, jumlah buah per cluster, persentase fruit set, warna tangkai bunga, warna petal bunga dan warna bakal buah. Hasil penelitian menunjukkanpara-meter jumlah cluster dan jumlah bunga menunjukkan nilai kemiripan yaitu 53,34 dengan 7 pohon yang memiliki kemiripan dengan pohon induk Arumanis-143 dan 7 pohon memiliki kemiripan dengan pohon induk Podang Urang, karakter yang diturunkan yaitu jumlah cluster per 1 pohon, jumlah  bunga per cluster, warna tangkai bunga dan  warna petal bunga. Parameter jumlah  buah dan fruit set memiliki nilai kemiripan 44,94 dengan 5 pohon yang memiliki kemiripan dengan pohon induk Podang Urang dan 7 pohon memiliki kemiripan dengan pohon induk Arumanis-143, karakter yang diturunkan yaitu jumlah buah per cluster dan fruit set.

Kata kunci:Keturunanmangga, Arumanis-143, Podang Urang, Karakterisasi bunga mangga

ABSTRACT 

The research was conducted to obtained   the characterization of mango flowers(Mangifera indica L.) the result of a cross betwen Arumanis-143 x Podang Urang reciproc. The research in HorticulturalSeed Gardens (KBBIH) Pohjentrek. Located at Pasuruan East Java, from June 2013 until September 2013. The method ofexperiment was observation to 70 plantsproqeny. The parameters of observationweremorphology of manggo flowers,total flowers in one cluster, total cluster of flowers in one tree, total fruits per cluster, percentage of fruit set  (%), flower stalk color, flower petal color and ovary color. The result showed that total flowers in one cluster and cluster in one tree indicated similarity value 53,34 %with 7 trees that have similarities to the parentArumanis-143 and 7 trees has similarities to the parent of Podang Urang.The character that is inheretedwere total flowers in one cluster, cluster of flowers in one tree, flower stalk color and flower petal color. The parameters of observation, total fruits per cluster and percentage of fruit sethave the value of the similarity44,94% with 5 trees that have similarities to the parent Podang Urang and with 7 trees that have similarities toArumanis-143, the character that inhereted, were total fruits per cluster and fruit set.

Keywords:Mango progeny, Arumanis-143, Podang Urang, Characterisation of flower.

Skripsi ” PENGARUH MACAM BAHAN TANAM PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS STROBERI (Fragaria sp.) EFFECT OF PLANTING MATERIAL TYPE ON THE GROWTH OF THREE STRAWBERRY (FRAGARIA. SP) VARIETIES ”

January 20th, 2014 Comments off
SKR-FP-BP-2013-179 Zulfa Alif Ni’matillah  0910480172 Pengaruh Macam bahan tanam pada pertumbuhan dan hasil tiga varietas stroberi(Fragaria sp)  BP/SDl  Ir Ninuk Herlina MS Dr Ir Roedy Soelistiono MS, Hasim Ashari S.TP.MP

 

PENGARUH MACAM BAHAN TANAM PADA PERTUMBUHAN

DAN HASIL TIGA VARIETAS STROBERI (Fragaria sp.) 

EFFECT OF PLANTING MATERIAL TYPE ON THE GROWTH OF THREE STRAWBERRY (FRAGARIA. SP) VARIETIES 

Zulfa Alif Ni’matillah1, Hasim Ashari2, Roedy Soelistyono1  dan Ninuk Herlina1

1Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang

Jl. Veteran, Malang 65145 Jawa Timur, Indonesia

2Balai Penelitian Jeruk dan Buah Subtropika

E-mail :

ABSTRAK

Stroberi merupakan salah satu komoditas buah-buahan yang penting di  dunia, terutama untuk negara-negara beriklim subtropis. Perbanyakan vegetatif pada tanaman stroberi yang paling banyak dilakukan oleh petani yaitu dengan menumbuhkan stolon, ada juga dengan anakan, namun belum ada riset ilmiah tentang bahan tanam dan pengaruhnya terhadap produkstivitas stroberi. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mempelajari pengaruh jenis bahan tanam dan varietas pada pertumbuhan dan hasil tanaman stroberi (2) Untuk menentukan jenis bahan tanam maupun varietas stroberi yang paling baik, sehingga diperoleh pertumbuhan dan hasil tanaman stroberi yang terbaik. Penelitian dilaksanakan pada bulan April – Juli 2013 di Kebun Percobaan Kliran (Sumber Brantas). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor I = macam bahan tanam (indukan, anakan dan stolon). Faktor II = varietas (Santung, Sweet Charlie dan Lokal Brastagi). Masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan bahan tanam Indukan dengan varietas Lokal Brastagi memberikan hasil terbaik pada parameter bobot basah tanaman, bobot kering tanaman dan jumlah anakan. Sedangkan bahan tanam stolon dengan varietas Lokal Brastagi menghasilkan panjang buah tertinggi.

Kata kunci : Bahan tanam, Fragaria sp., Stroberi, Varietas.

ABSTRACT

Strawberries are one of the important fruit commodities in the world, especially for subtropical countries. Vegetative propagation on strawberry plants most often committed by farmers is to grow stolon, there is also the tiller, but there is no scientific research on planting material and its effect on strawberries productivity. Research is aimed (1) to know the influence of planting materials type and varieties to the growth and yield of srawbwrry crop (2) to determine the best planting material type and strawberry varieties, that were resulted the best growth and yield on strawberry crop. The research was conducted on April – July 2013 in Kliran research farm. The research was used factorial randomized block design (RBD). The first factors are : type of planting materials (broodstock, tillers and stolon). The second factors are : strawberry crop varieties (Santung, Sweet Charlie and Lokal Brastagi). Each combination of the treatment were replicated 3 times. The result of the research showed that the use of broodstock planting material with Lokal Brastagi variety treatment showed the best yield on crop fresh weight, crop dry weight and number of tillers parameters. However, the stolon planting material with Lokal Brastagi variety showed the highest fruit length parameter.

 

Keyword : Planting material, Fragaria sp., Strawberry, Variety.

Skripsi ” Efek Xenia pada persilangan jagung ketan(Zea mays L Ceratina kulesh ) terhadap karakter bentuk dan warna biji “

January 20th, 2014 Comments off
SKR-FP-BP-2013-178 Candra Wicaksono  0910480203  Efek Xenia pada persilangan jagung ketan(Zea mays  L Ceratina kulesh ) terhadap karakter  bentuk dan warna biji  BP/PT Ir Arifin Noor Sugiharto Msc PhD Ir Ainurrasyid MS

RINGKASAN

CANDRA WICAKSONO. 0910480203. Efek Xenia pada Persilangan Jagung Ketan (Zea mays L. ceratina Kulesh) terhadap Karakter Biji, Bentuk dan Warna Biji. Di bawah bimbingan Ir.Arifin Noor S.,M.Sc. Ph.D dan Ir.Ainurrasjid,MS.

Jagung merupakan tanaman pangan kedua setelah padi. Jagung menjadi komoditas strategis dalam pembangunan pertanian dan perekonomian Indonesia. Saat ini, petani mengalami permasalahan yaitu ketersediaan benih bermutu dari varietas unggul yang ada kurang tersedia. Perakitan kultivar unggul yang mempunyai potensi hasil tinggi dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain Hibridisasi atau persilangan. Persilangan merupakan salah satu upaya untuk menambah variabilitas genetik dan memperoleh genotip baru yang lebih unggul. Namun, suatu galur sebelum dijadikan tetua dalam persilangan untuk menghasilkan varietas, perlu diketahui daya gabungnya. Namun demikian, pengujian tersebut memerlukan waktu yang lebih lama, bersifat trial dan error. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengatur masalah  tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mempelajari efek xenia.  Xenia merupakan  gejala  genetik  berupa  pengaruh  langsung  serbuk  sari  (pollen)  pada fenotipe  biji  dan  buah  yang  dihasilkan  tetua  betina.  Pada  kajian  pewarisan  sifat, ekspresi  dari  gen  yang  dibawa  tetua  jantan  dan  tetua  betina  diekspresikan  pada  generasi berikutnya.  Dengan adanya xenia, ekspresi  gen  yang dibawa tetua jantan dapat diekspresikan pada tetua betina (buah) (Bulant dan Gallais, 1998). Ekspresi gen secara langsung yang memiliki sifat heterosis dari beberapa kombinasi persilangan akan membantu meramalkan dan menduga lebih dini dan nantinya bisa menjadi tetua untuk persilangan membentuk kultivar hibrida. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi  efek  xenia (pengaruh  tetua  jantan)  terhadap  karakter  biji dan  warna biji.

Penelitian dilaksanakan di  Kebun Percobaan Jatikerto Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya  pada bulan Maret -Juli 2013, di Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang.   Dengan keadaan geografis  lahan percobaan pada ketinggian 303 mdpl dengan suhu udara berkisar antara 25-30 ºC dengan RH berkisar antara 70-90% dan jenis tanah Alfisol. Bahan yang digunakan dalam  penelitian ini 10 genotipa jagung ketan generasi keenam (S7) hasil selfing sebagai tetua betina yaitu: JP 1, JP 2, JP 3, JP 4, JP 5, JP 6, JP 7, JP 8, JP 9 dan JP10 dan menggunakan 4 genotipe tetua  jantan yaitu JA = yellow corn, JB = jagung ungu, JC = jagung manis dan JD = jagung manis komersil. Benih yang menjadi pengujian dalam penelitian ini berasal dari perusahaan CV. Blue Akari. Pada penelitian ini tipe biji jagung yang digunakan yaitu tipe biji mutiara (flint) dan tipe biji gigi kuda (dent). Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: alat tulis, meteran kain, timbangan, kamera digital, kertas label kertas sungkup dan glangsing. Penelitian dilakukan dengan menanam 14 genotip jagung. Perlakuan berupa 10 genotipe jagung generasi S7 sebagai tetua betina dan 4 genotipe jagung sebagai tetua jantan yang terdiri dari jagung manis, jagung ungu dan yellow corn. Pada masing – masing  genotipe dilakukan dua perlakuan yaitu selfing dan crossing, sehingga didapatkan 40 kombinasi persilangan. Jarak antar baris 75 cm dan antar tanaman dalam baris 25 cm, dengan jumlah populasi per genotipe 48 tanaman. Analisis untuk data kualitatif dengan menggunakan pendekatan statiska deskriptif yang disajikan dalam bentuk tabel untuk kategori masing-masing karakter biji dan tongkol terhadap pengaruh xenia, sedangkan data kuantitatif menggunakan uji membandingkan antar perlakuan pada beberapa kombinasi persilangan selfing dan crossing yaitu Uji T independent pada taraf 5%.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek xenia secara keseluruhan tidak berbeda nyata pada sifat kuantitatif, namun xenia muncul pada hasil beberapa kombinasi persilangan crossing pada parameter pengamatan panjang tongkol, diameter tongkol bobot tongkol, bobot 100 biji dan jumlah biji per tongkol maupun kualitatif (warna dan bentuk biji). Dalam pendugaan daya gabung tetua D dapat dipilih sebagai tetua jantan dalam pembentukan hibrida. Dari 10 genotipe betina yang diuji, genotipe JP 2 menunjukkan hasil yang tinggi pada karakter panjang tongkol, bobot 100 biji dan berat tongkol. Hasil xenia muncul pada JP 4 dan JP 10 saat dipasangkan dengan tetua jantan A dan D menunjukkan hasil yang sangat nyata pada setiap karakter kuantitatif yang diamati. Genotipe D sebagai tetua jantan varietas komersial menghasilkan sifat kuantitatif yang tinggi, sedangkan dari 3 tetua jantan inbrida lainya (A,B dan C) yang dijadikan tetua jantan genotipe A menghasilkan berat tongkol lebih tinggi dibandingkan tetua jantan inbrida lainnya. Xenia muncul pada genotipe jagung pada karakter bentuk dan warna kernel. Tetua jantan A, C dan D memiliki gen pengendali warna kuning, pada kombinasi persilangan tetua jantan A dengan semua tetua betina menghasilkan 100% kernel berwarna kuning. Genotipe B sebagai tetua jantan inbrida memiliki gen pengendali warna ungu yang putatif dominan dan persilangan JP 1 (jagung putih) X B (jagung ungu) menghasilkan 100% kernel warna ungu. Hasil dari beberapa persilangan crossing menunjukkan bahwa karakter bentuk kernel dent (gigi kuda) memberikan ekspresi gen lebih kuat dibandingkan dengan bentuk kernel flint (gigi kuda).


 

SUMMARY

CANDRA WICAKSONO.0910480203. Xenia Effect In Crosses Of Waxy Corn (Zea mays L. ceratina Kulesh) about Character Seed, Shape and color of the seeds . Under the guidance of Ir.Arifin Noor Sugiharto., M.Sc. Ph.D and Ir.Ainurrasjid , MS .

Corn is the second crop after rice. Corn became a strategic commodity in the agricultural and economic development of Indonesia. Currently , farmers has problems in less availability of quality seed to improved varieties. Assembly of superior cultivars that have high yield potential can be done in several ways , such as hybridization or cross . Crosses is an effort to increase the genetic variability and obtain new superior genotypes . However , a parental strain before used in crosses to produce varieties , need to know the affinity . However, these tests require a longer time , is trial and error . Therefore, it is necessary to regulate the problem. One of the efforts is to study the effects of xenia . Xenia is a symptom of a genetic form direct influence pollen  on seed and fruit phenotypes produced female parents. In the study of heredity , the expression of genes that carry the male parent and female parent are expressed in the next generation . With the xenia , the expression of genes that carry the male elders can be expressed in the female parent ( Bulant and Gallais , 1998) . Gene expression directly possessing heterosis of several cross combinations will help to forecast and predict early and later can be a parent to cross form a hybrid cultivars . This study aimed to evaluate the effect of xenia (the influence of male elders) to character of seed and seed color.

Research conducted at the Experiment Jatikerto Brawijaya University in March- July 2013 , in the District Kromengan , Malang . With the geographical situation of land at an elevation of 303 meters above sea, temperatures ranging between 25-30 º C , the RH ranged from 70-90%, and soil type is alfisol. Materials used in this study is 10 genotype waxy corn of sixth generation (S7) as the female parent, the selfing results are: JP 1, JP 2, JP 3, JP 4, JP 5, JP 6, JP 7, JP 8, JP 9 and JP10 and using 4 male parental genotype, there are  JA = yellow corn , JB = purple corn,  JC = sweet corn (A1) and JD = sweet corn commercially (Bonanza) . The seed that became testing in this study came from the CV . Blue Akari company. In this study the type of corn seed used is the type of seed pearls (flint) and dent type . The tools used in this study include : stationery , tape measure , scales , digital cameras , paper labels, paper lid, and sacks. The study was conducted with 14 genotypes of corn planting . The treatments is 10 corn genotype of S7-generation as female parents and four corn genotypes as male elders consisting of sweet corn , purple corn and yellow corn . One genotype performed two treatments, that’s selfing and crossing , so we get 40 cross combinations . The distance between rows is 75 cm and between plants is 25 cm, with a population of 48 plants for each genotype . Analysis of qualitative data using descriptive statiska approach presented in tabular form for each category of character seeds and cobs of the xenia effect, while the use test to compare quantitative data between treatments in some cross combinations ie selfing and crossing the T independent test at 5% level.

The results showed that the overall xenia effect was not significantly different in the quantitative trait, but xenia appear on the results of several cross combinations crossing the observation parameters cob length , cob weight, cob diameter , weight of 100 seed and number of seeds per cob and qualitative (color and seed shape) . In the estimation combining D elders  can be chosen as the male parent in hybrid formation . Of the 10 females were tested genotypes , genotypes JP 2 shows the high yield on the character length of the cob , weight of 100 seeds and heavy cob . Xenia results appear in JP 4 and JP 10 when paired with the male elders A and D showed highly significant results in any quantitative character observed . Genotype D as male elders commercial varieties of high yield quantitative trait , while the other three inbred male parent ( A , B and C ) were used as the male parent genotype to produce cob weight higher than other inbred male elders. Xenia appears in corn genotypes on the character shape and color of the kernel . the A, C, D male elders have gen controlling of yellow color, cross combinations of A male elders with all the female parent produces 100% yellow kernels. Genotype B as male inbred parent has gene controlling the putative dominant of purple color and crosses JP 1 (white corn) X B (purple corn) resulted in 100 % purple kernels. The results of several crossing indicates that the characters form the kernel dent provide gene expression is stronger than the kernel shape flint.

 Klik :COVER