Home > Abstrak, Agroekoteknologi, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Skripsi, Skripsi Budidaya Pertanian > Skripsi ” Pengaruh pupuk organik dan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis tegak (Phascolus vulgaris L.) “

Skripsi ” Pengaruh pupuk organik dan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis tegak (Phascolus vulgaris L.) “

February 26th, 2014

 

SKR-fp-BP-2013-191

PENGARUH PUPUK ORGANIK DAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BUNCIS TEGAK

 (Phaseolus vulgaris L.)

EFFECT OF ORGANIK FERTILIZER AND ANORGANIK FERTILIZER

ON THE GROWTH AND YIELD OF KIDNEY BEAN

(Phaseolus vulgaris L.)

Nur Winda Rachmadhani*), Koesriharti, Mudji Santoso

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Jl. Veteran, Malang 65145 Jawa Timur, Indonesia

*)E-mail : 

ABSTRAK

 

Salah satu usaha yang dapat dilakukan agar diperoleh hasil panen tanaman buncis yang optimal ialah dengan mengusahakan agar tanaman mendapat unsur hara yang cukup. Penelitian ini bertujuan untuk mem-peroleh efisiensi pemakaian pupuk organik dan anorganik yang ditambahkan dengan biokultur guna mengoptimalkan partumbu-han dan hasil tanaman buncis tegak. Pene-litian dilaksanakan di Desa Sumberejo, Ke-camatan Batu, Kota Batu, pada bulan Mei – Juli 2013. Penelitian disusun menggunakan RAK. Perlakuan yang diberikan ialah: (P1) tanpa pupuk, (P2) biokultur, (P3) kompos ko-toran sapi 5 ton ha-1, (P4) kompos kotoran sapi 5 ton ha-1 + biokultur, (P5) kompos ko-toran sapi 10 ton ha-1, (P6) kompos kotoran sapi 10 ton ha-1 + biokultur, (P7) pupuk anorganik (50 kg N ha-1, 150 kg P2O5 ha-1 dan 50 kg K2O ha-1), (P8) pupuk anorganik (50 kg N ha-1, 150 kg P2O5 ha-1 dan 50 kg K2O ha-1) + biokultur, (P9) pupuk anorganik (100 kg N ha-1, 300 kg P2O5 ha-1 dan 100 kg K2O ha-1) dan (P10) pupuk anorganik (100 kg N ha-1, 300 kg P2O5 ha-1 dan 100 kg K2O ha-1) + biokultur. Hasil penelitian menunjuk-kan bahwa perlakuan pemberian pupuk an-organik berupa 100 kg N ha-1, 300 kg P2O5 ha-1 dan 100 kg K2O ha-1 (P9) menghasilkan bobot segar polong panen per hektar lebih tinggi daripada perlakuan lainnya, tetapi ti-dak berbeda nyata dengan pemberian pu-puk anorganik berupa 50 kg N ha-1, 150 kg P2O5 ha-1, 50 kg K2O ha-1 dan biokultur (P8) dan 100 kg N ha-1, 300 kg P2O5 ha-1, 100 kg K2O ha-1 dan biokultur (P10).

Kata kunci: biokultur, buncis, pupuk, hasil panen

 

ABSTRACT

 

One attempt that can be done to get high yields is by trying in order to the plant gets enough nutrients, by fertilization that can be added with bioculture. Research’s purpose is to obtain the efficiency of organic and an-organic fertilizers are added with bioculture to optimize plant growth and yield of kidney bean. Research was conducted in Sumberejo, Batu District, on May to July 2013. Research used RBD. Treatment that was given are: (P1) without fertilizer, (P2) bioculture, (P3) compost 5 tons ha-1, (P4) compost 5 tons ha- 1 + bioculture, (P5) com-post 10 tons ha-1, (P6) compost 10 tons ha-1 + bioculture, (P7) anorganic fertilizer (50 kg N ha-1, 150 kg P2O5 ha-1 and 50 kg K2O ha-1), (P8) anorganic fertilizer (50 kg N ha-1, 150 kg P2O5 ha-1 and 50 kg K2O ha-1) + bio-culture, (P9) anorganic fertilizer (100 kg N ha-1, 300 kg P2O5 ha-1 and 100 kg K2O ha-1) and (P10) anorganic fertilizer (100 kg N ha-1, 300 kg P2O5 ha-1 and 100 kg K2O ha-1) + bioculture. Results showed that anorganic fertilizer treatment of 100 kg N ha-1, 300 kg P2O5 ha-1 and 100 kg K2O ha-1 (P9) pro-duced the fresh weight of harvested pods per hectare higher than other treatments, but not significantly different with anorganic fertilizer treatment of 50 kg N ha-1, 150 kg P2O5 ha-1, 50 kg K2O ha-1 and bioculture ( P8 ) and 100 kg N ha-1 , 300 kg P2O5 ha-, 100 kg K2O ha–1 and bioculture (P10).

 

Keyword : bioculture, kidney bean, fertilizer, yield

 

 

Comments are closed.